RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kepastian Komjen Pol Idham Azis menjabat Kapolri tinggal menunggu waktu. Pekan depan, Jenderal Bintang Tiga yang tinggal di perumahan Studio Alam Indah Kelurahan/Kecamatan Sukmajaya Depok, diuji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test. Yang jadi pertanyaan berapakah harta kekayaan bapak anak tiga ini.

Di laman Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPP), Komjen Pol Idham Azis tercatat memiliki harta Rp5.513.808.813. Idham Azis terakhir melaporkan kekayaan pada 31 Desember 2018.

Pada laporan itu, harta kekayaan Idham Azis meliputi delapan tanah dan bangunan. Tujuh di antaranya berada di Kota Depok, nilainya mencapai Rp3.458.937.000. Idham Azis juga memiliki dua kendaraan Toyota Innova Venturer keluaraan 2017 dan Toyota Kijang Innova 2.4 buatan 2016. Kedua kendaran itu bernilai Rp730 juta.

Selain itu, harta bergerak lainnya senilai Rp490 juta. Kemudian kas senilai Rp834 juta. Ada pun totalnya harta kekayaan yang dimiliki Idham Azis mencapai Rp5.513.808.813.

Saat ini, Idham Azis menjabat Kabareskrim Polri. Pada 24 November 2017 lalu, Idham Aziz juga melaporkan kekayaan dengan nilai dan rincian yang sama. Kala itu, menduduki posisi sebagai Kapolda Metro Jaya.

Sementara, Ketua DPR RI Puan Maharani, bakal menindaklanjuti surat Presiden Jokowi yang meminta persetujuan DPR. Terhadap penunjukan Kabareskrim Komjen Idham Aziz sebagai Kapolri, pengganti Tito Karnavian.

Puan menyebut, meski sebagai calon tunggal, proses persetujuan terhadap Idham bakal dilakukan melalui uji kelayakan dan kepatutan. Persetujuan DPR disampaikan untuk memenuhi ketentuan Pasal 11 ayat (1) UU No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Meski hanya ada 1 calon Kapolri yang diajukan Presiden, fit and proper tes tetap akan dilaksanakan untuk mengetahui visi calon Kapolri,” kata Puan melalui keterangan tertulisnya, Kamis (24/10).

Terakit hal tersebut, Puan juga meminta seluruh fraksi di DPR untuk mengirimkan nama. Guna melengkapi alat kelengkapan dewan termasuk Komisi III di dalamnya, agar segera bisa dilaksanakan fit and proper test.

“Maka saya minta fraksi-fraksi segera melengkapi nama-nama yang akan duduk di Komisi III,” ujar Puan.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, proses fit and proper test tersebut baru akan dilaksanakan usai Komisi III DPR periode 2019-2024 secara resmi dibentuk.

“Ya nunggu Komisi III disepakati dulu, kan Komisi III baru minggu depan, setelah itu ya langsung kita adakan fit and proper test. Kan Komisi III-nya belum dilantik,” ujar Dasco.

Sementara menunggu hingga pekan depan, adapun pengganti Tito sementara sebagai Plt. Kapolri ialah Komjen Ari Dono yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolri. “Masih Plt-nya Pak Ari Dono,” ucap Dasco. (rd/jwp)

 

Jurnalis : Fahmi Akbar (IG : @akbar.fahmi.71)

Editor : Pebri Mulya