MERIAH : Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna menghadiri Festival Camilan Tradisional yang diselenggarakan di Depok Town Square (Detos), Sabtu (26/10). FOTO : IVANNA/RADAR DEPOK
MERIAH : Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna menghadiri Festival Camilan Tradisional yang diselenggarakan di Depok Town Square (Detos), Sabtu (26/10). FOTO : IVANNA/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Merayakan anniversary ke-14, Depok Town Square (Detos) menyelenggarakan kegiatan festival kuliner dengan tema ‘Festival Cemilan Tradisional’, Sabtu (26/10) di area Garden Koffie, lantai UG. Detos membuat Kue Rangi sepanjang 14 Meter dengan 14 aneka topping sebagai puncak kegiatan. Pembuatan kue rangi ini dicatat sebagai kue rangi terpanjang di rekor MURI.

Karyawan manajemen Detos turut berpartisipasi dalam proses pembuatan kue rangi yang dibantu oleh para tenant dan juga volunteer antara lain para mitra UMKM Kota Depok, mahasiswa, hingga para perwakilan komunitas di Kota Depok. Para pengunjung dapat mencicipi dan menikmati kue rangi terpanjang dengan beragam aneka topping seperti gula aren, coklat, mangga, keju, blueberry, strawberry, dan aneka topping lainnya.

Tidak hanya pemecahan rekor MURI, Detos bersama dengan salah satu mitra UMKM Kota Depok dan Komunitas Kue Subuh Detos membagikan 1.400 camilan tradisional yang beraneka ragam kepada para pengunjung yang hadir di acara Festival Cemilan Tradisional secara cuma-cuma.

“Pada perayaan hari jadi Detos kali ini, kami ingin mengangkat jajanan kuliner asli Indonesia yaitu Kue Rangi karena saat ini jajanan Kue Rangi sangat sulit ditemui oleh masyarakat,” ujar Marketing Communications Manager Detos, Ferry Nurdin Firdaus kepada Radar Depok.

Ferry menuturkan, melalui acara ini, Detos ingin melestarikan jajanan khas Indonesia sekaligus memperkenalkan jajanan ini kepada anak-anak. Hal ini merupakan tanggungjawab kita untuk tetap menjaga warisan resep tradisional dan mempertahankan eksistensinya sebagai tuan rumah di Negeri sendiri dari berbagai camilan kekinian.

Dalam menambah semarak acara, para pengunjung dihibur oleh live music performance, tarian tradisional, hingga games berhadiah vocer atau merchandise menarik dari para tenant yang berpartisipasi. Dan pada 27 Oktober 2019 juga tidak kalah meriahnya karena para pengunjung dihibur oleh 250 penari tradisional Kota Depok berparade serta menampilkan tarian daerah bersama di area main hall, lantai dasar Detos.

Wakil Walikota Depok,  Pradi Supriatna menambahkan, mewakili Pemerintah Kota Depok mengaku sangat mengapreasiasi Detos dalam melestarikan budaya dan tradisi seperti ini. Mungkin masih banyak anak-anak yang belum tahu dan bisa mengetahui bahkan menyukai. Tentunya meski demikian, aneka kue tradisional ini bisa dikembangkan menyesuaikan dengan perkembangan jaman sehingga semakin menarik.

“Kue tradisional harus terus dilestarikan, sehingga generasi milenial bisa bangga akan produk lokal,” tutup Pradi. (rd)

 

Jurnalis : Ivanna

Editor : Pebri Mulya