BERBAGI KEBAIKAN : Pengurus IAI Kota Depok berfoto bersama dengan peserta kegiatan Dagusibu yang diadakan di kawasan CFD di Grand Depok City, Minggu (17/10). FOTO : IAI KOTA DEPOK FOR RADAR DEPOK
BERBAGI KEBAIKAN : Pengurus IAI Kota Depok berfoto bersama dengan peserta kegiatan Dagusibu yang diadakan di kawasan CFD di Grand Depok City, Minggu (17/10). FOTO : IAI KOTA DEPOK FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kota Depok mengadakan kegiatan Dagusibu di kawasan Car Free Day (CFD) di Grand Depok City. Dalam kegiatan yang dimulai dari pukul 06.00 sampai pukul 08.30 WIB tersebut, diadakan penyuluhan Dagusibu obat dengan diikuti 155 peserta dari Kota Depok dan Bekasi.

Ketua PC IAI Kot Depok, Fatimah Sekarningsih mengatakan, pesan yang disampaikan dalam kegiatan Dagusibu, yang pertama adalah ‘Da’ yang artinya dapatkan, maksunya diharapkan masyarakat mendapatkan obat di sarana-sarana kesehatan seperti apotek, toko obat berizin, klinik, dan rumah sakit. Lalu ada ‘Gu’ yang artinya gunakanĀ  yang berarti diharapkan masyarakat tahu penggunaan obat yang tepat dan benar.

“Kami ingin memberikan penyuluhan kepada pengunjung GDC yang setiap hari Minggu melakukan kegiatan olahraga di Car Free Day di GDC,” ucapnya kepada Radar Depok, Minggu (27/10).

Sekar menjelaskan, lanjut untuk huruf ‘Si’ penjelasannya adalah simpan, yakni diharapkan masyarakat menyimpan obat di tempat yang tepat dan benar. Lalu untuk yang terakhir ‘Bu’ yang berarti buang, maksudnya diharapkan masyarakat mengetahui bagaimana membuang obat yang rusak dan kadaluarsa. Jangan sampai obat dan kemasan yang dibuang disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kegiatan ini dalam rangka Hari Farmasi Sedunia yang dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 25 September,” terangnya.

Sekar berharap, dengan adanya penjelasan tentang hal-hal yang berkaitan dengan obat dalam kehidupan sehari-hari. Karena, obat bisa berbahaya jika disalahgunakan atau sembarangan dalam penggunaannya.

“Semoga apa yang sudah disampaikan kepada masyarakat, bisa lebih berguna dan sadar akan tentang penggunaan obat yang baik dan tepat,” terangnya. (rd)

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya