DISKUSI : Walikota Depok, Mohammad Idris saat diskusi Metro Talk Jawa Pos di Graha Pena, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. FOTO : JAWA POS
DISKUSI : Walikota Depok, Mohammad Idris saat diskusi Metro Talk Jawa Pos di Graha Pena, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. FOTO : JAWA POS

 

DEPOK – Sebagai petahana dalam Pilkada Depok 2020, Mohammad Idris masih mencari figur yang tepat untuk menemaninya maju kembali sebagai calon wali kota dan wakil wali kota Depok. Dia berharap wakilnya nanti dapat menjadi penyeimbang tugasnya.

Idris yang hadir dalam diskusi Metro Talk Jawa Pos di Graha Pena, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (3/10) mengatakan, sebagai wali kota, dirinya memiliki tugas tersendiri untuk terjun ke lapangan. Kesibukan tersebut membuat Idris akan lebih jarang bersinggungan dengan ASN yang merupakan bawahannya.

Karena itu, dia mencari figur wakil wali kota yang berpengalaman dalam birokrasi.

’’Saya nanti akan banyak keluar. Saya tentu ingin punya wakil yang berpengalaman birokrasi dan SDM tata pengelola penyelenggaraan pemerintah,’’ ucapnya.

Dia lebih banyak berada di luar kantor karena harus mencari sumber dana lain di luar pendapatan asli daerah (PAD) Kota Depok yang hanya Rp1,5 triliun tiap tahun.

’’Soalnya, pendapatan kami mengandalkan pajak. Jadi, kami konsentrasi untuk mencari sumber pendanaan lain, misalnya CSR, dan kami yang harus proaktif,’’ terangnya.

Idris mengungkapkan, saat ini, ASN di pemerintahannya sering berurusan dengan pihak luar seperti media dan LSM. Pendekatan yang dilakukan menjadi penting. Hal itu diharapkan menjadi tugas wakilnya nanti.

’’Kalau saya nanti keluar dan wakilnya tidak mampu dekat anak-anak (bawahannya) di dalam (kantor), kalau wakil saya sering keluar juga, nanti tidak terurus,’’ ungkapnya.

ASN yang menjadi bawahannya, sambung dia, juga membutuhkan perhatian pemimpin. Selain dirinya yang secara intens dapat melakukan hal tersebut, sambung Idris, figur wakil wali kota mesti memiliki kemampuan yang sama.

’’Anak-anak (ASN) perlu disapa dan diperhatikan. Saya buka saja, ini masih banyak ketahanan keluarga anak-anak (ASN) saya yang rentan. Ini seharusnya tugas wakil dan Sekda untuk memperhatikan,’’ terangnya.

Idris berharap bisa menemukan figur wakil wali kota sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Proses untuk menemukan pasangan seperti itu masih dilakukan. ’’Ingin seperti itu. Tapi, kalau tidak ada, yang ada saja lah. Semua itu nanti juga partai yang menentukan,’’ jelasnya.

Lebih lanjut, kata Idris, konsolidasi dalam Pilkada 2020 masih dilaksanakan. Dia juga sempat disinggung soal hubungannya dengan wakilnya. Sampai saat ini, Idris menegaskan bahwa hubungannya baik-baik saja.

’’Ini versi di media (ada pecah kongsi) antara PKS dan Gerindra. Wakil saya sebagai ketua DPC Gerindra. Saya pernah tanya kenapa Pak Pradi, dia mengatakan, saya masih mau dengan Pak Kiai. Saya kan muridnya Pak Kiai. Bahkan, DPP belum memutuskan,’’ ucapnya menirukan perkataan Pradi.  (bry/co1/nar)