Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri), bersama Presiden Jokowi. FOTO : ISTIMEWA
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri), bersama Presiden Jokowi. FOTO : ISTIMEWA

 

JAKARTA – Roadmap Making Indonesia 4.0 yang didedikasikan untuk modernisasi sektor manufaktur melalui pemanfaatan teknologi industri 4.0, membuktikan Indonesia tidak main-main untuk menjadi pemimpin ekonomi digital di Asia Tenggara pada tahun 2020.

“Saat ini, ekonomi Indonesia terbesar di ASEAN. Tahun 2030, targetnya naik ke peringkat 10 besar ekonomi dunia. Ini merupakan aspirasi besar yang ada dalam Making Indonesia 4.0,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (4/10).

Sesuai road map tersebut, ada lima sektor manufaktur andalan yang menjadi fokus dalam tahap awal implementasi industri 4.0. Diantaranya, industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, serta elektronika.

Kelima sektor itu terpilih, karena mampu memberikan kontribusi hingga 60 persen terhadap PDB nasional, nilai ekspor, dan penyerapan tenaga kerja.

“Sektor-sektor tersebut akan menjadi prioritas pengembangan ke depannya. Dalam implementasi strateginya, perlu melibatkan stakeholders terkait meliputi pemerintah, asosiasi industri, perusahaan swasta, perguruan tinggi, dan investor,” papar Airlangga.

Penerapan industri 4.0 dinilai memberikan efek ganda bagi Indonesia, melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi sebesar 1-2 persen dari baseline 5 persen peningkatan kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB nasional hingga 25 persen, peningkatan ekspor bersih hingga 10 persen, serta peningkatan biaya penelitian dan pengembangan sekitar 2 persen dari PDB.

Teknologi yang sedang berkembang seiring bergulirnya industri 4.0, antara lain berupa artificial intelligence (AI), advanced robotic, internet of things (IoT), 3D Printing, dan augmented reality/virtual reality (AR/VR).

“Teknologi ini dinilai dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas bagi sektor industri, secara lebih efisien. Sehingga, sektor industri akan terus berkontribusi besar pada ekonomi,” tutur Airlangga.

Pada triwulan II tahun 2019, sektor industri masih memberikan kontribusi paling besar terhadap struktur produk domestik bruto (PDB) nasional dengan capaian 19,52 persen (y-on-y).

“Dari capaian yang mendekati 20 persen tersebut, Indonesia hampir sejajar dengan Jerman,” ujar Airlangga. (rmol/rd)

 

Editor : Pebri Mulya