BENTROK : Ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya turun ke jalan untuk menolak UU KPK dan pengesahan RUU KUHP. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
BENTROK : Ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya turun ke jalan untuk menolak UU KPK dan pengesahan RUU KUHP. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

JAKARTA – Banyaknya orang yang menjadi korban sehingga membutuhkan pertolongan akibat efek dari demo mahasiswa dan pelajar selama dua pekan ini, digratiskan biaya rumah sakitnya oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Anies mengatakan, kemanusiaan menjadi alasan pihaknya mengeluarkan keputusannya menggratiskan biaya rumah sakit.

“Apapun status hukumnya, ketika seseorang membutuhkan pelayanan kesehatan, dia harus diberi pelayanan kesehatan,” kata Anies.

Hal itu, kata Anies, karena pihak Pemprov DKI Jakarta ingin memastikan begitu masyarakat dengan kondisi medis memerlukan pelayanan kesehatan, bisa segera ditangani oleh rumah sakit dengan sungguh-sungguh.

“Kami ingin jika ada kejadian orang dengan kondisi medis yang perlu diberikan pelayanan, kami ingin rumah sakit menangani tanpa khawatir dan ada pertanyaan nanti yang nanggung siapa? Pada saat menangani jangan khawatir, Pemprov akan tangani. Begitu,” kata Anies.

Terlebih, menurut Anies, jumlah masyarakat yang butuh penanganan medis tidak banyak dan tidak akan memberatkan keuangan daerah. Dia mencontohkan demonstrasi pada 30 September 2019, dimana 210 orang dibawa ke rumah sakit dan 15 orang di antaranya harus menjalani rawat inap.

“Sebenarnya secara jumlah, sebagai contoh misalnya yang terjadi 30 September 2019 yang dibawa ke rumah sakit ada 210, tapi yang harus rawat inap ada 15. Jadi secara jumlah itu tidak banyak, intinya apapun status hukumnya, ketika seseorang membutuhkan pelayanan kesehatan ya harus diberikan,” ucap Anies.

Dalam rangkaian demonstrasi di Jakarta yang terjadi sejak Senin (23/9), DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan 24 rumah sakit yang ada di Jakarta untuk mempercepat proses penanganan pengunjuk rasa bila terluka akibat bentrok.

Saat itu, jumlah pasien yang paling banyak ditangani oleh RS TNI Angkatan Laut Mintohardjo dan RSPP.

DKI menyebut mereka sengaja mengerahkan petugas ambulans untuk mempercepat penanganan korban dalam memperoleh pengobatan tim dokter berdasarkan permintaan dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Metro Jaya.

“Sekaligus kami memfasilitasi pembiayaan pengobatan bagi warga yang menjadi korban luka,” ucapnya. (jpnn/rd)

 

Editor : Pebri Mulya