FOTO : ISTIMEWA
FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, BANDUNG – Dewan harus menjemput aspirasi ke masyarakat. Jadi tidak menunggu, karena dewan sudah bekerja melalui reses.

“Dari reses itu kita audensi dengan tokoh masyarakat. Apa sih yang dibutuhkan oleh dapil kita, selama masih bisa membantu,” ujar Sumiyati, Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) Dapil Jabar VIII, Kota Depok dan Kota Bekasi.

Memang usulan dari Dapil tidak semua bisa terpenuhi, pasti ada kekurangnnya. “Kami ini juga bukan dewa, tapi setidaknya bersinergi dengan dewan yang satu dapil,” tandas Sumiyati.

Selama menjadi wakil rakyat, Sumiyati mengaku aktif mengikuti reses. Sebab, apa yang dewan akan lakukan bisa diketahui melalui reses ini.

“Kami tampung aspirasi masyarakat di dapil, lalu dibawa ke provinsi. Dewan nantinya hanya memberikan mata anggaran untuk kota dan kabupaten di dapilnya. Kalau anggaran tidak terserap, itu tergantung kota dan kabupaten, bukan kita yang disalahkan,” terang Sumiyati.

Persoalan pendidikan dan kesehatan di dapilnya masih sama dengan tahun sebelumnya, tapi Sumiyati optimistis bisa menyempurnakan di periode tahun ini.

“Depok sudah seperti metropolitan semua serba terjangkau. Masyarakat sudah menyadari pentingnya kegunaan BPJS, dan ini harus kita sosialisasikan pada masyarakat,” kata dia.

Sebab bagaimanapun kartu BPJS sangat bermanfaat, dan tidak berbelit-belit tinggal bagaimana kesangguapan membayar. “Saya juga selaku anggota DPRD Jabar menggunakan BPJS,” akunya.

Terkait masalah pendidikan khususnya alih kelola SMA/SMK, kata dia, sebenarnya tugas kepala daerah mengusulkan bantuan ke provinsi untuk menambah sekolah baru.

“Tinggal mereka mencari lahan. Untuk menciptakan kegiatan belajar dan mengajar harus ada penambahan USB atau RKB, karena jangan sampai di ruangan belajar menjadi penuh, sehingga menimbulkan efek yang kurang baik kepada anak-anak dalam proses belajar dan mengajar,” tandasnya. (rd)

 

Jurnalis : Junior Williandrio

Editor : Pebri Mulya