ACARA : Kecamatan Beji menggelar Pelatihan Konvensi Hak Anak yang diikuti oleh Pengurus RW Ramah Anak, Forum Anak, dan Pokja Anak se-Kecamatan Beji di Hotel Puri Avia-Athalia Resort, Bogor, Jumat (11/10). FOTO : Ghea Pattia/Radar Depok
ACARA : Kecamatan Beji menggelar Pelatihan Konvensi Hak Anak yang diikuti oleh Pengurus RW Ramah Anak, Forum Anak, dan Pokja Anak se-Kecamatan Beji di Hotel Puri Avia-Athalia Resort, Bogor, Jumat (11/10). FOTO : Ghea Pattia/Radar Depok

 

RADARDEPOK.COM, BEJI– Kecamatan Beji menggelar Pelatihan Konvensi Hak Anak, di Hotel Puri Avia-Athalia Resort, Bogor, Jumat (11/10).

Pelatihan diikuti pengurus RW Ramah Anak, Forum Anak, Pokja Anak se-Kecamatan Beji, Pemuda Karang Taruna dari masing-masing Kelurahan, TP PKK, serta tokoh masyarakat lain.

Camat Beji, Anis Fatoni mengatakan, pelatihan dimaksudkan agar ada hak perlindungan anak dan hak identitas anak seperti Kartu Identitas Anak (KIA), pendidikan yang layak, dan Akta Kelahiran.

Untuk itu, kata dia, dibutuhkan pelatihan agar dapat menciptakan tenaga terampil dalam memperkuat komitmen pemerintah bersama masyarakat mewujudkan KLA melalui kecamatan, khususnya Kecamatan Beji.

“Para orang tua mendapatkan pelatihan dalam melakukan kontrol terhadap anak. Pelatihan sendiri berupa bahasa yang seringkali digunakan anak-anak. Para anak dapat mendapatkan pengetahuan yang baik dan buruk dalam kehidupan mereka,” ungkap Anis kepada Radar Depok.

Dia mengatakan, total peserta mencapai 275 orang yang dari enam kelurahan yang ada di Kecamatan Beji. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan peserta yang hadir mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

“Masing-masing Kelurahan mengirimkan 45 orang,” tambahnya.

Acara Konvensi Layak Anak Kecamatan Beji ini, bisa dikatakan kegiatan yang pertama kali ada di Indonesia. Diharapkan dengan adanya kegiatan konvensi hak anak ini, dapat menjadi pemicu masyarakat, dengan memiliki komitmen yang dipegang oleh pemerintah Kota Depok, nantinya siapapun Walikota Depok kedepan, program ini sudah menjadi komitmen dengan peraturan daerah yang ada.

Lebih lanjut, ia mengatakan arti dari konvensi sendiri itu untuk menjadikan Pemerintah Kota Depok yang dapat memperjuangkan hak-hak anak di Kota Depok, dan Negara Indonesia ini.

“Tidak hanya itu, program ini juga tidak hanya tahap konvensi saja, pemerintah yang dibantu oleh aparat-aparat yang ada di Wilayah nantinya akan memberdayakan anak-anak untuk kemajuan masa depannya,” tandasnya. (rd)

 

Jurnalis : Ghea Pattia

Editor : Pebri Mulya