PENTAS: Pertunjukan yang dilakukan di bengkel teater belum lama ini. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK
PENTAS : Pertunjukan yang dilakukan di bengkel teater belum lama ini. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK

 

Banyak cara mengenalkan teater kepada masyarakat. Saat ini mungkin lebih efektif menggunakan media sosial (medsos) sebagai sarana publikasi. Begitupula dilakukan kelompok teater Taman Sandiwara, memanfaatkan medsos sebagai galeri dan publikasi.

Laporan : RUBIAKTO

RADARDEPOK.COM – Meski di Kota Depok banyak penggiat teater, namun masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa itu teater. Karena minimnya fasilitas, belum lagi pemerintah kurang serius membangun gedung pertunjukan sebagai oase berkesenian di Kota Depok.

Media sosial (medsos) dianggap menjadi solusi, masyarakat bisa melihat aktifitas grup teater sebelum pertunjukan. Upi mengatakan Taman Sandiwara telah memiliki program kedepan untuk mengelola medsos.

“Itu baru uji coba, nanti 2020 mulai buat yang bener,” kata Upi.

Terdapat beberapa program menggunakan medsos untuk publikasi. Seperti sinema monolog (Sinelog) produksi tahunan yang dibuat orang yang suka seni sastra (prosa) dan pemeranan. Genjrang Genjreng dibuat untuk orang yang suka seni sastra puisi dan musik. Selain itu, dibuat pengisi musik sinelog, petasan, dan SiDiSi. Ada juga literatus susastra produksi mingguan yang dibuat untuk orang yang suka kajian sastra.

Ada juga SiDiSi atau sinema dialog singkat, diproduksi tahunan yang dibuat untuk orang yang suka seni sastra (drama) dan sinema. Membacamu, produksi mingguan yang dibuat untuk penyuka deklamasi puisi.

Terakhir, sebagai akumulasi program diatas taman sandiwara buat Pertunjukan Taman Sandiwara (Petasan). “Semua medianya youtube, kecuali Petasan,” papar Upi.

Management tentu sangat diperlukan, Taman sandiwara seperti ingin memiliki album dengan mamanfaatkan youtube. Tapi tetap konser, dengan menggelar pertunjukan. Tema dalam konten youtube berbeda. “Jadi nanti video youtube digabungkan jadi satu acara pertunjukan,” tukas Upi.

Dia juga mengaku memanfaatkan youtube selain buat arsip, juga buat menarik massa supaya mau beli tiket pentas,” kata guru penulisan naskah di SMK Cakra Buana itu. (*)

 

Editor : Pebri Mulya