SIMULASI : Anggota UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bojongsari bersama masyarakat melakukan mitigasi bencana di kantor Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, Jumat (25/10). FOTO : DICKY/RADARDEPOK
SIMULASI : Anggota UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bojongsari bersama masyarakat melakukan mitigasi bencana di kantor Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, Jumat (25/10). FOTO : DICKY/RADARDEPOK

 

RADARDEPOK.COM, PONDOKPETIR – UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bojongsari bersama Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, memberikan pemahaman mitigasi bencana. Mitigasi bencana kebakaran diberikan secara langsung kepada masyarakat di kantor kelurahan setempat, Jumat (25/10).

Lurah Pondok Petir, Rizal Farhan mengatakan, mitigasi bencana perlu diberikan kepada masyarakat. Hal itu sejalan dengan mewujudkan salah satu visi Kota Depok, yakni mewujudkan kota nyaman. Mitigasi bencana tidak hanya diberikan secara teori namun praktik secara langsung diberikan kepada masyarakat.

“Masyarakat praktik langsung bagaimana cara memadamkan api,” ujar Rizal kepada Radar Depok.

Rizal menjelaskan, masyarakat harus mengetahui betul cara memadamkan api apabila terjadi kebakaran ditengah masyarakat. Penanggulangan secara dini pemadaman api dapat dilakukan menggunakan karung goni basah, fire blangket, maupun Apar. Menurutnya, ada dua potensi bencana diwilayah Pondok Petir, yakni banjir dan kebakaran lahan. Untuk itu, Rizal meminta masyarakat dapat memahami mitigasi yang diberikan untuk menghindari terjadinya kebakaran.

Ditempat yang sama, Kepala UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bojongsari, Munadi menuturkan, mitigasi bencana kebakaran kerap diberikan kepada masyarakat, salah satunya di Kelurahan Pondok Petir. Munadi mengingatkan, wilayah Pondok Petir kerap terjadi kebakaran lahan kosong akibat pembakaran sampah, hingga kejadian tersebut terus berulang ditiap tahunnya. Untuk itu, dia mengajak Kelurahan Pondok Petir bersama DLHK Kota Depok untuk melakukan pengangkatan sampah sehingga meminimalisir terjadi kebakaran lahan kosong.

“Kami tidak ingin terulang kembali pembakaran sampah di lahan kosong yang menyebabkan terjadinya kebakaran,” tutup Munadi. (dic)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto (IG : @iky_slank)

Editor : Pebri Mulya