KOMPAK : Aparatur Kelurahan Pondok Petir bersama Pengurus Pengsimatoga, Katar, dan IRMUPP saat melakukan pertemuan di kantor Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, Jumat (25/10). FOTO : DICKY/RADARDEPOK
KOMPAK : Aparatur Kelurahan Pondok Petir bersama Pengurus Pengsimatoga, Katar, dan IRMUPP saat melakukan pertemuan di kantor Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, Jumat (25/10). FOTO : DICKY/RADARDEPOK

 

Mencegah remaja terjebak narkoba dan pergaulan bebas, Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, berusaha merangkul remaja. Usaha tersebut dilakukan dengan menggandeng Karang Taruna (Katar) dan IRMUPP untuk mengembangkan dan menjaga silat tradisi Pengsimatoga.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

RADARDEPOK.COM – Jumat (25/10), sejumlah remaja mengenakan pakaian serba hitam berkumpul di aula kantor Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari. Duduk bersila bersama aparatur Kelurahan Pondok Petir dan pengurus Pengsimatoga berencana mengadakan latihan silat ditiap minggu.

Usia pertemuan, Lurah Pondok Petir, Rizal Farhan mengatakan, keberadaan Katar Kelurahan Pondon Petir dan IRMUPP sangat membantu untuk merangkul remaja di Pondok Petir. Rizal mengkhawatirkan, remaja di Pondok Petir terjebak kenakalan remaja dan narkoba.

“Kami ingin memberikan wadah untuk remaja mengadakan kegiatan positif,” ujar Rizal.

Pria yang pernah menjabat Lurah Cinangka mengungkapkan, Pengsimatoga dapat menjadi mitra untuk memberikan wadah kepada Katar, IRMUPP, dan remaja di Pondok Petir berlatih silat tradisi. Selain untuk berjaga diri, remaja dapat mengembangkan dan mempertahankan eksistensi silat tradisi di Pondok Petir.

Rencananya, lanjut Rizal latihan silat tradisi dilakukan di halaman kantor Kelurahan Pondok Petir ditiap akhir pekan. Untuk itu, Rizal mengajak Katar Kelurahan Pondok Petir bersama IRMUPP dapat menggandeng remaja mengikuti latihan silat tradisi. Dengan begitu, tidak ada lagi remaja menghabiskan waktu melakukan kegiatan yang kurang bermanfaat.

“Kami ingin remaja menghabiskan waktu dengan kegiatan positif sehingga tidak ada lagi yang nongkrong di depan jalan atau gang,” tutup Rizal. (*)

 

Editor : Pebri Mulya