CEKLOKASI : Pengurus Lingkungan RT1/9 bersama pengurus LPM Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, berada di rumah kontrakan terduga teroris Budi Supriyadi, Sabtu (26/10). FOTO : DICKY/RADARDEPOK
CEK LOKASI : Pengurus Lingkungan RT1/9 bersama pengurus LPM Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, berada di rumah kontrakan terduga teroris Budi Supriyadi, Sabtu (26/10). FOTO : DICKY/RADARDEPOK

 

RADARDEPOK.COM, BEDAHAN – Masyarakat Di Jalan H Saabah RT1/9, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan dikejutkan dengan kedatangan Tim Densus 88 Mabes Polri, Jajaran Polresta Depok, dan Polsek Sawangan. Sabtu (26/10), kedatangan pihak keamanan tersebut untuk memeriksa rumah kontrakan yang diduga menjadi kediaman pelaku teroris, yakni Budi Supriyadi atau Abu Hafish.

Ketua RT1/9 Kelurahan Bedahan, Naim Latif mengatakan, kedatangan anggota Densus bersama pihak kepolisian sekitar pukul 08.00 WIB. Anggota kepolisian langsung melakukan sterilisasi rumah kontrakan yang di tempati Fery Sanda bersama kedua anaknya dan melakukan pemeriksaan di dalam rumah tersebut.

“Kami baru tahu bahwa Ferry merupakan istri dari terduga teroris Abu Hafish,” ujar Naim kepada Radar Depok.

Naim mengungkapkan, dari penglihatannya anggota Densus membawa sejumlah barang dari dalam rumah kontrakan Abu Hafish, yakni satu samurai, handphone, charger handphone, dan Handy Talk. Sekitar pukul 10.30 WIB anggota Densus 88 dan kepolisian lainnya telah meninggalkan rumah kontrakan yang sebelumnya sempat diberi garis polisi.

Naim menjelaskan, Fery Sanda merupakan istri ketiga dan pernah tinggal di Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa. Naim menambahkan Abu Hafish maupun istrinya jarang bersosialisasi bersama masyarakat. Bahkan dalam setiap kegiatan lingkungan tidak pernah berbaur maupun bergabung. Beberapa waktu lalu dia sempat menanyakan Abu Hafish kepada istrinya dan memberitahukan bahwa Abu Hafish jarang berada di rumah.

“Kami akan memperketat pendataan keluarga di lingkungan kami guna tidak terulang kembali dilingkungan kami,” terang Naim.

Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Bedahan Periode 2017-2019, Mahrudin mengatakan, penggerebekan rumah kontrakan terduga teroris sempat menjadi perhatian masyarakat. Bahkan, masyarakat khawatir akan terjadi hal yang tidak diinginkan saat penggerebekan.

“Masyarakat sempat berkumpul disekitar lokasi untuk menyaksikan penggerebekan,” ucap Mahrudin.

Tokoh masyarakat Kelurahan Bedahan itu menjelaskan, Abu Hafish maupun istrinya sangat tertutup dengan masyarakat di sekitar, sehingga masyarakat tidak mengetahui latar belakang keluarga Abu Hafish. Bahkan dalam aktifitas keseharian, istri Abu Hafish selalu menggunakan cadar apabila hendak keluar rumah.

Mahrudin menuturkan, usai dilakukan penggerebakan Tim Densus 88 bersama anggota kepolisian Polres Depok dan Polsek Sawangan, Mahrudin sempat berkomunikasi, dengan Fery Sanda, kalau dia untuk memenuhi kebutuhan hidup kerap berjualan susu kedelai.

“Kesehariannya berjualan susu kedelai untuk biaya hidup karena suaminya jarang pulang,” tutup Mahrudin. (rd)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto (IG : @iky_slank)

Editor : Pebri Mulya