Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Setiap 29 September 2019 selalu diperingati sebagai World Heart Day atau Hari Jantung Sedunia. Dinas Kesehatan Kota Depok menyebut berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi penyakit jantung di Kota Depok sebesar dua persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita mengatakan, dua persen yang dimaksud dalam Riskesdas 2018 adalah tingkat masyarakat yang menderita penyakit jantung tidak sebesar jumlah penyakit lainnya. Seperti Diabetes dan hipertensi.

“Data pengunjung pasien penyakit jantung di Puskesmas sepanjang Januari sampai Agustus 2019 sebanyak 10.057 kunjungan,” kata Novarita kepada Radar Depok, di Balaikota, Rabu (2/10).

Pengunjung puskesmas pada 2018 yang menderita penyakit jantung tercatat lebih banyak, yakni sebanyak 12.789 kunjungan. Novarita menyebut, jumlah yang tercatat tersebut bisa jadi dobel data. Artinya satu pasien bisa berkunjung beberapa kali untuk mengecek kesehatan.

“Kalau pasien penyakit jantung kan bisa beberapa kali kontrolnya tidak hanya satu dua kali. Sesering apapun dia ke puskesmas, itu akan tercatat,” terang Novarita.

Peringatan Hari Jantung Sedunia di Kota Depok dimeriahkan dengan beberapa kegiatan yang dilakukan Puskesmas dan stakeholder. Gerakan ini sesuai dengan surat imbauan yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Kota Depok yang dikirim ke seluruh Puskemas.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Depok, Umi Zakiyah mengemukakan, Dinkes mengeluarkan surat edaran dan pemberitahuan kepada kepala puskesmas untuk memeriahkan peringatan Hari Jantung Sedunia dengan berbagai kegiatan. Seperti penyuluhan tentang kesehatan jantung, pemeriksaan kesehatan jantung, senam bersama dan lain sebagainya.

Di tingkat Dinkes, rangkaian kegiatan berupa senam cerdik bagi 2.000 orang. Serta pemeriksaan kolesterol darah, tekanan darah, gula darah bagi 175 orang. Kegiatan ini betujuan meningkatkan kesadaran masyarakata akan bahaya penyakit kardiovaskuler (jantung).

“Sosialasi seputar kesehatan jantung juga sangat membantu publik untuk melawan dan menurunkan beban penyakit secara global,” pungkas Umi. (san)

 

Jurnalis : Nur Aprida Sani (IG : @apridasani)

Editor : Pebri Mulya