Lulusan Pesantren Makin Mendapat Pengakuan dari Negara

In nasional, Utama
ILUSTRASI

 

JAKARTA – Disahkannya UU Pesantren memberikan ruang pengakuan bagi santri setelah menamatkan studinya. Pasalnya, selama ini ijazah lulusan pesantren kerap tidak diakui, karena bukan lulusan sekolah umum.

Wasekjen Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI, Erfandi menyebut, perhatian negara selama ini kepada eksistensi pesantren masih sangat minim. Seperti di UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang hanya menyebutkan kata ‘pesantren’ hanya satu kali. Dengan adanya UU pesantren, maka legitimasi dan eksistensi serta produk pesantren semakin diakui negara.

“Pengesahan UU Pesantren merupakan jihad konstitusi yang dilakukan anggota DPR di parlemen. UU ini juga membuat syahadah atau ijazah pesantren yang sebelumnya sering tidak diakui, kini harus diakui pemerintah. Pos pembiayaan dari pemerintah untuk pesantren pun akan bertambah,” kata Erfandi.

Sekretaris Fraksi PPP DPR Achmad Baidowi mengatakan, sejak 2013 PPP menginsiasi RUU Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren. Satu tahun berselang parta-partai bernafaskan Islam seperti PKB, PKS, dan PAN bergabung mengusung RUU tersebut. Dalam perjalanannya, RUU kemudian berubah menjadi RUU Pendidikan Keagamaan dan Pesantren. “Pada akhirnya RUU berubah menjadi RUU Pesantren,” ujar Baidowi.

Sementara itu, Ketua Umum PP IPNU Aswandi Jailani menyebut, implementasi UU Pesantren ini perlu diawasi agar dapat berjalan sesuai dengan keinginan yang tertuang UU tersebut. “Kami meminta pengurus IPNU seluruh Indonesia untuk mengawal terbitnya Peraturan Menteri yang menindaklanjuti disahkannya UU Pesantren,” kelas Aswandi. (jwp/rd)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Reza Indragiri Amriel.

Waspada Kriminalitas Mewabah di Depok

Reza Indragiri Amriel.   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Satu persatu tidak kriminalitas mulai tumbuh di Kota Depok. Di

Read More...
mohammad idris baju ungu

Ada 40.423 KK yang Terima Bantuan di Depok

Ketua Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sebanyak 40.423 Kepala

Read More...
warga depok terkena virus

Data IDI : Di Indonesia 1.000 Orang Meninggal Terkait Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Data pasien positif Korona yang meninggal antara yang diumumkan Pemerintah berbeda dengan

Read More...

Mobile Sliding Menu