Maju Pilkada, Hardiono : Bismillah

In Politika
BERTEMU : Hardiono (kanan) saat bertemu dengan Acep Al Azhari. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Hardiono tak lagi malu-malu menutupi niatnya untuk maju di Pilkada Depok 2020. Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), dirinya pun paham soal regulasi bila sampai loncat ke dunia politik.

Sesuai perhitungan, saat pendaftaran pasangan calon Juni nanti, bertepatan dengan dirinya pensiun sebagai aparatur pemerintah.

“Saya ada niat kesana (mencalonkan). Bismillah. Pada waktu pendaftaran, pas waktu pensiun,” ungkap Hardiono saat ditemui Radar Depok, Kamis (10/10).

Saat ini, ia hanya ingin fokus meningkatkan kinerja. Dirinya ingin agar masyarakat tahu dulu siapa dirinya. Apa kinerja yang sudah dilakukan. Jika itu sudah dilakukan, tentu diharapkan ada partai politik yang tergerak untuk melamar.

“Untuk komunikasi dengan sejumlah partai sudah saya lakukan,” tambahnya.

Mantan Kepala Dinkes Kota Depok ini bahkan sudah menyiapkan tagline. Hardiono Melayani. Kata dia, ide dasarnya dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, yang sejatinya hakikat seorang ASN adalah melayani.

“Karena kepala pimpinan tersebut dipilih langsung oleh masyarakat. Jangan hanya jika sudah terpilih menjadi kepala pimpinan yang ditunjukkan kepada masyarakat hanya kekuasaannya saja tetapi harus merangkul,” terangnya.

Ihwal manuver politik yang tengah ia lakukan saat ini, Hardiono lebih memilih santai. Katanya, semua orang boleh bicara dan menilai apa saja terhadap kegiatan dirinya selama ini. Yang jelas secara resmi, ia datang sesuai undangan dari masyarakat untuk satu kegiatan.

“Saya sudah sampaikan ke Bapak Walikota. Saya sampaikan dalam forum-forum rapat,” terangnya.

Dirinya menambahkan, jika memang bisa mengikuti Pilkada, ia siap memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kota Depok. Terlebih sudah berkecimpung di sebagai pegawai negeri selama 35 tahun lebih.

“Ilmu kepemerintahan, pengalaman dan pendidikan selama 35 tahun sebagai ASN tentunya akan dipergunakan untuk memperbaiki kondisi Pemkot Depok,” katanya.

Lebih jauh, selain rutin menjalin komunikasi dengan partai, dirinya pun terbuka untuk bertemu dengan tokoh manapun. Salah satu yang belum lama ini ia temui adalah Acep Al Azhari, pengusaha asli Kota Depok.

“Nanti kepastian nya ada pada saat pendaftaran berlangsung,” bebernya.

Terpisah, Acep mengaku pertemuan dengan Hardiono merupakan bentuk silahturahmi antar warga Depok yang menginginkan Kota Depok untuk lebih maju serta berkembang lagi.

“Tidak ada pembicaraan Pilkada Depok 2020. Tapi kami sama-sama mendukung jika memang ingin maju,” katanya.

Tokoh pendidikan di Kota Depok ini menilai sosok Hardiono adalah pribadi yang baik, tenang, dan percaya diri. Makanya wajar, sambungnya, bila Hardiono bisa menjabat sebagai Sekda Kota Depok. Latar ilmu kepemerintahannya dinilai kuat dan matang.

“Jika beliau ingin maju menjadi Walikota Depok, sah-sah saja dan cukup pantas dengan ilmu yang diperolehnya selama ini. Saya pun sebagai pengusaha juga sah saja mencalonkan diri sebagai Wakil Walikota Depok, jadi bisa cocok perpaduan pasangan balon Walikota Depok dan Wakil Walikota Depok, dari birokrat, dan pengusaha,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Junior Wiliandro 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

katar kelurahan curug berbagi

Katar Curug Berbagi

PEDULI : Karang Taruna (Katar) Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis bagikan makan siang kepada pekerja di

Read More...
PKK tapos lakukan gasibu

Hari Kartini, PKK Tapos Lakukan Gasibu

BAGIKAN : TP PKK Kecamatan Tapos, adakan Gerakan Nasi Bungkus (Gazibu), Selasa (21/04). FOTO :

Read More...
tiga pilar cipayung untuk korona 1

Tiga Pilar Cipayung Konsisten War-war PSBB

JAGA JARAK : Tiga pilar Kecamatan Cipayung sebelum lakukan War-war dalam penerapan PSBB serta berbagi

Read More...

Mobile Sliding Menu