MIRIS: Anak yang menjadi manusia silver ternyata masih di bawah umur. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK
MIRIS : Anak yang menjadi manusia silver ternyata masih di bawah umur. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Desakan ekonomi mendorong setiap individu untuk berupaya menghasilkan uang, apapun caranya. Begitulah alasan manusia silver ketika terjaring razia. Kemarin, Korps Penegak Perda   berhasil meringkus 12 orang, yang terdiri dari 7 manusia silver, dan 5 anak jalanan.

“Sebanyak 12 orang yang kita amankan, selebihnya kami akan melakukan patroli,” kata Kasi Transmastibum Satpol PP Kota Depok, Agus Muhammad kepada Radar Depok, Kamis (3/10).

Menurutnya, penangkapan dilakukan di sejumlah jalan di Kota Depok, antara lain di Jalan Sandra, Jalan Dewi Sartika Pancoranmas dan Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya. Agus mengatakan, mereka biasa beraksi di kawasan padat lalu lintas. “Biasanya mereka naik turun angkot, kalau manusia silver mematung aja di tengah jalan, mereka hanya siapkan kardus,” kata Agus.

Mirisnya, mereka yang mengais rezeki dengan mencat seluruh tubuhnya dengan warna silver, masih anak di bawah umur. Rata-rata mereka masih sekolah, sehingga perlu dilakukan pembinaan, dan memanggil orang tua anak tersebut.

“Rata-rata usia 14 tahun, tentu masih dibawah umur, apalagi mereka melakukan hal tersebut dengan tujuan eksploitasi anak. Hal tersebut tentunya dapat mencoreng upaya pemerintah Kota Depok, sebagai kota ramah anak,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu warga Kecamatan Sukmajaya, Putra Adi Surya merasa terganggu dengan keberadaan manusia silver. Apalagi mereka masih di bawah umur. “Saya tidak setuju harus ada tindakan. Mereka masih anak-anak, kenapa disuruh kerja, bagaimana kalau masuk komplek, anak saya lihat, betapa mirisnya,” kata Putra.

Dia juga berharap upaya pemerintah tidak hanya gertak sambel, tapi perlu dilakukan secara berkesinambungan antara pemerintah dan masyarakat. “Upaya penertiban harus dilanjutkan, sampai fenomena eksploitasi anak benar-benar hilang,” tandas Putra kepada Radar Depok. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya