TOLAK : Salah satu spanduk penolakan bangke dilingkungan RW9, Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, Senin (14/10). FOTO : DICKY/RADARDEPOK
TOLAK : Salah satu spanduk penolakan bangke dilingkungan RW9, Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, Senin (14/10). FOTO : DICKY/RADARDEPOK

 

RADARDEPOK.COM, CURUG – Fenomena Bank Keliling (Bangke) yang meresahkan masyarakat dengan lilitan bunga bank mencekik leher, mendapat respon dari masyarakat Kelurahan Curug, Bojongsari. Mereka menolak keras.

Pengurus RW9 bersama Forum Curug Bersatu (FCB) melakukan penolakan Bangke di wilayah Kelurahan Curug.

Ketua RW9 Kelurahan Curug, Masum mengatakan, tidak dapat dipungkiri Bangke telah memasuki wilayah Kelurahan Curug, termasuk ke lingkungan RW9. Tidak sedikit masyarakat yang pernah menjadi korban Bangke. Memberikan pinjaman dan bunga yang cukup besar.

“Biasanya masyarakat yang membutuhkan dana terjebak dan meminjam uang kepada Bank Keliling,” ujar Masum kepada Radar Depok, kemarin.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, lanjut Masum lingkungannya bersama dengan FCB melakukan penolakan terhadap Bangke diwilayah Kelurahan Curug.

Penolakan tersebut dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat akan dampak meminjam uang kepada bangke dan memasang spanduk penolakan, di sejumlah wilayah di lingkungan RW9.

Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Curug, Wardana mengungkapkan, meminjam uang ke Bangke, bukan memecahkan solusi. Namun menambah masalah, karena harus membayar bunga yang lebih tinggi.

Untuk itu, dia mengajak pengurus lingkungan dan masyarakat untuk tidak meminjam uang kepada Bangke. Akibat Bangke, bukan tidak mungkin akan merusak rumah tangga maupun menambah permasalahan baru dalam rumah tangga.

“Secara tegas kami menolak keberadaan Bangke di wilayah Kelurahan Curug,” tegas Wardana. (rd)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto (IG: @iky_slank)

Editor : Pebri Mulya