MASTERPIECE: Komisioner Bawaslu Kota Depok, Dede Selamet Permana menunjukan buku 'Mengurai Jejak Demokrasi : Catatan Pengawasan Pemilu 2019 di Tanah Depok' di Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Depok di Jalan Nusantara Raya, Nomor 1 rt03/13 Kelurahan/Kecamatan Beji, Rabu (2/10). FOTO : RICKY/RADAR DEPOK
MASTERPIECE: Komisioner Bawaslu Kota Depok, Dede Selamet Permana menunjukan buku ‘Mengurai Jejak Demokrasi : Catatan Pengawasan Pemilu 2019 di Tanah Depok’ di Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Depok di Jalan Nusantara Raya, Nomor 1 rt03/13 Kelurahan/Kecamatan Beji, Rabu (2/10). FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

‘Mengurai Jejak Demokrasi : Catatan Pengawasan Pemilu 2019 di Tanah Depok’, sebuah buku kebanggaan yang disajikan Bawaslu Kota Depok dalam mengabadikan serangkaian tahapan dan peristiwa saat menjalankan fungsinya pada pesta demokrasi serentak 2019 di Kota Sejuta Maulid.

Laporan : Ricky Juliansyah

 

RADARDEPOK.COM, – Buku ‘Mengurai Jejak Demokrasi : Catatan Pengawasan Pemilu 2019 di Tanah Depok’ yang disajikan oleh Bawaslu Kota Depok ini dituliskan dengan bahasa renyah, enak dan mudah dibaca. Penambahan data berupa grafik-grafik dan ilustrasi yang menarik serta sesuai dengan kaidah standar penulisan, menjadikan buku ini sebagai sebuah karya yang dapat membantu orang lain. Orang akan banyak belajar dari apa yang telah dituliskan dalam buku ini dan buku ini menjadi bagian catatan emas dalam sejarah dari apa yang telah dilakukan jajaran Bawaslu Depok.

Demikian paragraf terakhir dari kata pengantar yang diberikan Anggota Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin yang terdapat di salah satu lembaranBuku ‘Mengurai Jejak Demokrasi : Catatan Pengawasan Pemilu 2019 di Tanah Depok’ yang dibuat Bawaslu Kota Depok.

Buku yang didedikasikan kepada Almarhum Fajar Mukhlasin, salah satu staf Bawaslu Kota Depok yang berpulang pada 2 Juli 2019 ini, disari dari laporan pengawasan lembaga pengawas di tingkat Kota Depok pada Pemilu 2019.

Kepada awak Radar Depok, Komisioner Bawaslu Kota Depok, Dede Selamet Permana menjelaskan, buku ini awalnya dari laporan akhir hasil pengawasan, itu ada 800 halaman. Karena Bawaslu RI membuat edaran untuk menyederhanakan lagi laporan itu, maka direduksi dengan bahasa yang lebih enak dibaca dan juga ada infografis dengan jumlah halaman menjadi sekitar 150.

“Semua laporan tiap divisi di Bawaslu Depok masuk. Yang membuat buku, kami ada tim, semua terlibat memang, tapi ada delapan staf yang fokus mengerjakan ditambah komisioner,” kata  Koordinator Divisi (Kordiv) Pengawasan, Hubungan Masyarakat (Humas) dan Hubungan antar Lembaga (Hubal) Bawaslu Kota Depok ini.

Pada buku yang dibuat sekitar satu bulan lamanya ini berisi dari empat bagian, dimana bagian pertama lebih kepada pengenalan dengan Bawaslu Kota Depok, baik struktur organisasi dan profil singkat elemen dan tugas, kewenangan serta kewajiban dari lembaga pimpinan Luli Barlini.

Pada bagian kedua,  terkait hak pilih, jalan panjang meraup suara, wajah pejuang demokrasi dan pengenalan Sentra Gakkumdu.

“Di bagian ini kami juga melampirkan jumlah kasus tindak pidana Pemilu yang ditangani Bawaslu Kota Depok, dinamika dan yang berkaitan dengan Sentra Gakkumdu,” kata Dede.

Pada bagian tiga ini, Dede melanjutkan, lebih kpeada peran kehumasan Bawaslu Depok, dan dibagian keempat atau yang terakhir ada infografis, di daftar isi, tepatnya pada halaman 142 namanya ‘Bawaslu Kota Depok dalam Angka’.

“Kami mendapat kehormatan dari Bawaslu RI, pak Mochammad Afifuddin yang mengisi kata pengantar. Kami pun sudah mengirimkan buku ini untuk Bawaslu Jabar dan nanti akan diberikan pula ke Bawaslu RI,” terang Dede.

Secara keseluruhan, Dede mengaku cukup puas dengan buku ini, karena memiliki jejak tertulis terkait pengalaman Pemilu 2019 di Kota Depok. Sebab, pada umumnya, pihaknya menceritakan terkait pengawasan, tapi kali ini sudah dalam bentuk buku.

“Orang menilai kinerja kami dari buku. Menulis itu kan mengabadikan momen. Ini perdana buat kami, jejak tertulis dan insya Allah akan ada karya selanjutnya yang bermanfaat dan menjadi sejarah dalam penyelenggaran pesta demokrasi di Kota Depok,” ucap Dede. (rd)

 

Editor : Pebri Mulya