TIDAK TERDUGA : Mendikbud, Muhadjir Effendy berfoto bersama dengan guru-guru SMPN 22 Depok, Senin (14/10). FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK
TIDAK TERDUGA : Mendikbud, Muhadjir Effendy berfoto bersama dengan guru-guru SMPN 22 Depok, Senin (14/10). FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy berpendapat, pendidikan di Kota Depok sejauh ini berjalan dengan baik, dari segi akademik dan non akademik, serta pembangunan sarana prasarananya. Hal itu disampaikan oleh mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut saat menyambangi SMPN 22 Depok yang berlokasi di Jalan Kresna, Kecamatan Sukmajaya, Senin (14/10).

Muhadjir menjelaskan, proses memajukan dunia pendidikan tentunya tidak terlepas dari ketersediaan sarana dan prasarana, dan di Kota Depok hal tersebut berjalan dengan baik, walaupun berjalan dengan bertahap. Karena, untuk proses memajukan dunia pendidikan, disesuaikan juga dengan kemampuan dengan kemampuan anggaran di daerah masing-masing.

“Saya melihat semua berjalan dengan baik. Tentunya untuk kelengkapan kemajuan sarana dan prasarana harus dilakukan secara bertahap, dan sejauh ini di Kota Depok sudah berjalan dengan baik,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 22 Depok, Afrida menuturkan, pihaknya tidak menyangka Mendikbud, Muhadjir Effendy akan datang ke sekolahnya. Dalam kesempatan itu, menteri kelahiran 29 Juli 1956  tersebut juga berdiskusi dengan guru dan siswa membahas tentang proses kegiatan belajar di sekolah, dan mendengarkan apa yang sekiranya dibutuhkan untuk bisa memaksimalkan pelayanan pendidikan di sekolah.

“Sungguh tidak menyangka Mendikbud hadir di SMPN 22 Depok, kami memanfaatkan momen tersebut untuk sharing berbagai hal yang sekiranya bisa memajukan pendidikan,” terangnya.

Afrida juga menyempatkan untuk bercerita tentang berbagai progam-program yang sedang diusungnya saat ini. Diantaranya adalah hal yang berkaitan dengan lingkunga. Dimana, siswa-siswa SMPN 22 Depok membawa wadah makan dan minuman sendiri dari rumahnya. Itu untuk mengurangi produksi sampah plastik di sekolah.

“Semoga program-program di SMPN 22 Depok bisa mendapatkan dukungan dari seluruh pihak, dan salah satunya adalah Kemendikbud,” terangnya. (rd)

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya