KEBERKAHAN : Bunga Suweg di Jalan Kenanga RT 01/19 Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya, Selasa (15/10). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
KEBERKAHAN : Bunga Suweg di Jalan Kenanga RT 01/19 Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya, Selasa (15/10). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, ABADIJAYA – Warga Kelurahan Abadijaya digegerkan dengan penemuan bunga yang diduga Bunga Bangkai atau Rafflesia Arnoldii di Jalan Kenanga RT 01/19 Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya, Selasa (15/10).

Namun, setelah ditelusuri Radar Depok, tanaman tersebut merupakan Tanaman Suweg (Amorphophallus campanulatus), saudara bunga bangkai. Namun, berperawakan lebih kecil. Batang tumbuhan suwek atau bunganya muncul begitu saja dari tanah, dan ketika bunganya mekar baunya busuk dan sering dikerubungi lalat hijau. Setelah benar-benar mekar, baunya akan hilang.

Adalah Sukirwan, penanam sekaligus pemilik tanaman Suweg yang dijumpai Radar Depok di lokasi. Menurutnya, bibit bunga yang ia tanam sejak lima tahun lalu itu berasal dari kampung halamannya di Kebumen.

“Kalau di sana namanya Suweg, biasa tumbuh di hutan maupun areal perkebunan bambu. Biasa saja kalau di sana nemuin ini (Bunga Suweg),” kata Sukirwan kepada Radar Depok.

Sementara, sambung Sukirwan, di Depok keberadaan Bunga Suweg malah dibilang aneh dan mirip dengan Bunga Bangkai di Bogor. Bahkan, sempat viral dan banyak warga yang ingin melihat langsung bunga tersebut.

“Di sini malah jadi heboh, banyak yang datang,” sambungnya.

Ihwal mekarnya Bunga Suweg tersebut, Sukirwan mengaku baru mengetahui dari salah seorang tetangganya yang mengatakan ada bunga aneh berukuran cukup besar tumbuh di pekarangan dekat rumahnya.

“Dapat informasi itu, saya langsung cek ke lokasi, ternyata Tanaman Suweg yang saya tanam lima tahun lalu,” papar Sukirman.

Untuk pemeliharaan, Sukirwan menambahkan, pihaknya menaruh kotak amal di atas bunga yang sudah dipagari dengan bambu.

“Ya sekarang saya pagari dan meminta seikhlas biaya perawatan takut ada binatang,” ucap Sukirwan. (rd)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu (IG : @kelmanutuarnet)

Editor : Pebri Mulya