Ketua Tim Pemenangan Pemilu Daerah (TPPD) DPD PKS Kota Depok, TM Yusufsyah Putra
Ketua Tim Pemenangan Pemilu Daerah (TPPD) DPD PKS Kota Depok, TM Yusufsyah Putra.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Teka-teki serta sandiwara, yang dilakoni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Depok, dianggap biasa. Yang terpenting menurut pakar politik, PKS dapat menelurkan calon Walikota Kota Depok yang berkualitas. Caranya, hasil Pemilihan Umum Internal Raya (Pemira) PKS Depok diadu kembali dengan jalur lainnya.

“Teka-teki yang dilakukan PKS sudah biasa. Pemira yang dilakukan juga bagus. Artinya, PKS ingin pencarian calon walikota berjalan demokratis, transparan, partisipatif,” ujar Pakar Politik dan Pemerintahan dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Profesor Asep Warlan Yusuf, kepada Radar Depok, Senin (7/10).

Setelah dari internal sudah diketahui hasilnya, kata prof, mestinya diadu kembali dengan non kader. Jika nantinya lebih unggul non kader, PKS jangan memksakan diri untuk mengusung kadernya sendiri.  Alasan itu pertama, bagusa. Kedua, menghindari jangan sampai nanti partai menjadi tempat untuk kendaran saja, untuk dibeli.

“Berapa partainya saya bayar, yang penting bisa diusung karena bayar, begitu maksudnya. Dalam bahasa awam disebut sebagai mahar politik. Cara itu yang harus di hindari. Karena apa, karena si nonkader itu tadi, beradu lagi dengan kader dia. Beradu kualitas,” ujarnya.

Yang ketiga, sambungnya, ini merupakan sebuah cara untuk jangan sampai nanti terkesan bahwa yang diusulkan pinjam partai. Artinya, pinjam partai untuk berkoalisi dengan yang lain, setelah itu dia pindah partai lagi. Itu berbahaya sekali. “Ini kan tidak etis. Oleh karena itu, menurut saya dalam kaitan dengan PKS. Menurut saya bagus kalau misalnya ada proses seperti itu,” terang pria berkacamata itu.

Sementara, Sementara, Ketua Tim Pemenangan Pemilu Daerah (TPPD) DPD PKS Kota Depok, TM Yusufsyah Putra mengatakan, lima Bakal Calon (Balon) Walikota hasil Pemira PKS Depok untuk Pilkada memang diarahkan pengurus DPD agar membentuk Timses masing-masing.

“Seperti Deklarasi Pak Imam (Imam Budi Hartono), memang DPD yang memberikan arahan, kan yang baru kelihatan Pak Imam. Harapannya, empat Balon lainnya membentuk Timses juga,” kata Putra kepada Radar Depok, Senin (7/10).

Menanggapi omongan miring terkait PKS sedang memainkan sandiwara politik, termasuk upaya-upaya yang dilakukan dalam proses penjaringan Pemira hingga Diskusi Politik di Hotel Bumi Wiyata, Sabtu (5/10), Putra menanggapi dengan santai.

“Orang boleh berpendapat apapun, sah-sah saja, toh kami yang menjalankan,” papar Sekum DPD PKS Kota Depok ini.

Namun, Putra yang menjabat Ketua DPRD Kota Depok ini menegaskan bahwa partainya serius dalam mengusung Balon Walikota hasil Pemira. Bahkan, secara pribadi dia berharap dari lima nama Balon internal partai, salah satunya diharapkan dapat maju sebagai Calon Walikota Depok 2020.

“Kami tetap serius, kalau orang bilang itu sandiwara, buat apa PKS buang effort terlalu besar untuk membuat sandiwara itu sendiri. Namun, bagaimanapun hasilnya nanti, tetap DPP yang menentukan, kami hanya menjalankan arahan dan melaksanakan prosesnya,” pungkas Putra.(rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya