AKAN DITUTUP : Sejumlah kendaraan melintas di perlintasan illegal di kawasan Jalan Raya Citatam depan Gg. H. Doel, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Rabu (2/10). Dishub Kota Depok akan menutup sementara perlintasan tersebut. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
AKAN DITUTUP : Sejumlah kendaraan melintas di perlintasan illegal di kawasan Jalan Raya Citatam depan Gg. H. Doel, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Rabu (2/10). Dishub Kota Depok akan menutup sementara perlintasan tersebut. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tak ingin kembali menelan korban jiwa akibat adanya palang ilegal. Kemarin, PT KAI bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok meninjau palang ilegal Gang H Dul Kelurahan Bojong Pondok Terong, Cipayung Depok. Hasilnya, palang tersebut akan ditutup dan 15 palang ilegal dievaluasi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Depok, Dadang Wihana mengungkapkan, seluruh perlintasan tidak berizin akan dievaluasi bersama oleh pusat dan daerah. Ini untuk keselamatan warga. Saat ini masih ada lebih kurang 15 titik. Adapun yang punya kewenangan menutup adalah pemeintah pusat dan Daops 1

“Untuk Gang H doel ketika saya ke lokasi sudah ada Manajer Jalan dan Jembatan Daops 1 yang sudah merencanakan penutupan. Dan saya menyarankan untuk dilakukan oleh PPNS dari Kemenhub. Informasi ini saya sampaikan ke lurah setempat, agar disampaikan ke RT/RW untuk diketahui warga,” tegasnya kepada Radar Depok, Rabu (02/10).

Menurutnya, Dishub Depok saat ini sedang melakukan survei jaringan jalan, terutama di wilayah antara perlintasan sebidang Jalan Dewi Sartika hingga Citayam. Jadi nantinya setelah dikaji akan ada jalan alternatif buat warga. “Entah itu hanya bisa dilintasi motor atau mobil ini masih kami survei dan kaji,” bebernya.

Sementara, warga Bojong Pondok Terong, Pupung mengeluhkan hal tersebut. Karena dapat menghambat mobilitas, perekonomikan di kawasan tersebut. “Kita jadu harue memutar, makan waktu, dan boros bensin,” kata Pupung.

Seharusnya pemerintah memberi solusi, alternatif lain agar lalu lintas tetap perjalan. “Ini termasuk jalan hidup, jangan malah dibuat mati,” tutur Pupung.

Seperti diketahui, minibus yang ditumpangi satu keluarga pada Senin (30/9) dinihari tertabrak rangkaian commuterline di palang pintu perlintasan di Gang H Doel, Kelurahan Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok.

Berdasarkan informasi kecelakaan terjadi diketahui sekitar pukul 01:00 WIB. Kecelakaan antara mobil minibus hitam ditabrak KRL jurusan Jakarta–Bogor saat pengendara mobil mau menyebrang perlintasan rel. Dalam peristiwa tersebut, dua warga tewas dan dua warg terluka. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto), Fahmi Akbar (IG : @akbar.fahmi.71)

Editor : Pebri Mulya