INSTRUKSI: Pemkot Depok menginstruksikan camat dan lurah, untuk memastikan seluruh warganya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Hal itu disampaikan pada pertemuan Percepatan UHC Kota Depok 2019, di Balaikota Depok. FOTO : ISTIMEWA
INSTRUKSI : Pemkot Depok menginstruksikan camat dan lurah, untuk memastikan seluruh warganya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Hal itu disampaikan pada pertemuan Percepatan UHC Kota Depok 2019, di Balaikota Depok. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Upaya optimalisasi Program JKN-KIS dan percepatan Universal Health Coverage (UHC) terus dilakukan Pemkot Depok bersama BPJS Kesehatan Cabang Depok.

Hal tersebut tampak dari instruksi Pemkot Depok dalam mendorong camat dan lurah di lingkungan Kota Depok, untuk memastikan seluruh warganya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS pada pertemuan Percepatan UHC Kota Depok 2019, di Gedung Balaikota Depok.

Asisten Daerah Bagian Administrasi dan Umum Kota Depok Yayan Arianto mengungkapkan bahwa upaya Pemkot Depok dalam mendukung Program JKN-KIS merupakan langkah yang sudah semestinya dilakukan. Hal ini dikarenakan Program JKN-KIS merupakan program strategis nasional.

Hal ini berarti bahwa Program JKN-KIS merupakan program yang sangat penting. Bahkan sesuai Pasal 68 UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, jika program strategis nasional tidak dilaksanakan maka akan ada sanksi bagi kepada kepala daerah.

“Saat ini kami juga menyusun SK Tim percepatan UHC Tahun 2019 Kota Depok. Timnya terdiri beranggotakan seluruh OPD. Ini fungsinya untuk memaksimalkan upaya percepatan UHC. Mulai dari sosialisasi hingga penerapan sanksi tidak memperoleh pelayanan publik bagi yang belum memiliki JKN-KIS. Kami juga targetkan pada desember 2019, penduduk Kota Depok yang telah terdaftar JKN-KIS sudah mencapai 95 persen,” ujar Yayan.

Pada kesempatan yang sama Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Cabang Depok, Ni Ketut Mas Suryani mengungkapkan bahwa target minimal 95 persen penduduk terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dilaksanakan sesuai dengan sesuai Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Jangka Menengah Nasional Tahun 2015–2019.

Saat ini Kota Depok baru mencapai sekitar 74 persen, sehingga masih terdapat target minimal sekitar 21 persen lagi.

“BPJS Kesehatan dan Pemkot Depok terus berkoordinasi memaksimalkan segala upaya untuk memastikan UHC di Kota Depok dapat segera tercapai. Hal ini kami lakukan untuk memastikan penduduk Kota Depok dapat terlindungi masalah kesehatannya. Jangan sampai ada penduduk Kota Depok ada yang terkendala untuk mengakses pelayanan kesehatan,” ujar Amik, sapaan Ni Ketut Mas Suryani.

Amik mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Daerah Kota Depok dalam pelaksanaan Program JKN-KIS khususnya di wilayah Kota Depok. Ia pun berharap agar Program JKN-KIS dapat terus berjalan dengan optimal, sehingga dapat terus memberikan manfaat kepada masyarakat. (rd)

 

Jurnalis :  M. Agung HR (IG : @agungimpresi)

Editor : Pebri Mulya