BERBAHAYA : MR kedapatan membawa obat terlarang berjenis eximer di Jalan Raya Ciranjang. FOTO : RADAR CIANJUR
BERBAHAYA : MR kedapatan membawa obat terlarang berjenis eximer di Jalan Raya Ciranjang. FOTO : RADAR CIANJUR

 

CIANJUR – Seorang pelajar SMK swasta di Sukaluyu, Cianjur, Jawa Barat, harus berurusan dengan kepolisian. Anak baru gede (ABG) berinisial MR (17) itu ditangkap polisi setelah kedapatan membawa ratusan obat-obatan terlarang. Obat-obatan tersebut yakni 108 butir tramadol dan 198 butir eximer.

MR diamankan bersama seorang temannya saat mengendarai sepeda motor tanpa mengenakan helm serta tanpa plat nomor kendaraan dari Cianjur menuju Bandung.

Saat itu, MR diberhentikan oleh Anggota Satlantas Polsek Ciranjang, Brigadir Cecep Ismatullah untuk menanyakan surat-surat kendaraan.

“Saat mengatur lalu lintas, saya melihat ada pelajar membawa motor tidak memakai helm dan tanpa nopol, saya pun berhentikan untuk menanyakan surat-suratnya,” ujar Cecep kepada Radar Cianjur.

Ternyata, keterangan yang disampaikan MR justru berbelit dan gelagatnya mencurigakan. Melihat hal itu, Cecep langsung menggeledah tubuh MR dan sepeda motor miliknya.

Dalam pemeriksaan tersebut, Cecep menemukan ratusan butir obat-obatan terlarang dari dalam jok sepeda motor MR. Namun, MR mengelak bahwa pil-pil tersebut miliknya.

“Langsung diamankan, dibawa ke Polsek Ciranjang untuk dimintai keterangan lebih lanjut bersama rekannya,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pil terlarang itu diduga kuat milik MR. Sedangkan temannya, sama sekali tak mengetahui soal pil-pil yang dibawa MR.

“Memang dua orang (yang diamankan), tapi temannya tidak mengetahui tentang obat tersebut. MR sudah diserahkan dan langsung ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polsek Ciranjang,” tutupnya. (jpnn/rd)

 

Editor : Pebri Mulya