MULAI RATA : Anggota TNI sedang mengamankan lahan milik UIII yang nantinya akan dibangun Gedung Rektorat UIII, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya. FOTO : RUBIAKTO/RADARDEPOK
MULAI RATA : Anggota TNI sedang mengamankan lahan milik UIII yang nantinya akan dibangun Gedung Rektorat UIII, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya. FOTO : RUBIAKTO/RADARDEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pasca penebangan pohon di sebagian lahan yang terdampak pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Akhirnya, tahap pembangunan Gedung Rektorat di Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sumajaya, Depok yang dikerjakan PT Waskita sudah bisa dilaksanakan.

PPK Pembangunan UIII, Syafrizal mengatakan, proses pengerjaan sudah mulai bisa dilaksanakan seteleh pembayaran selesai. Namun demikian, proses pembangunan belum bisa maksimal, jika lahan belum terbebas semua. “Baru sebagaian yang dibebaskan, kami belum bisa kerja maksimal,” kata Syafrizal kepada Radar Depok, Minggu (27/10).

Namun demikian pihaknya mengaku, akan memaksimalkan pekerjaan, meski dengan lahan yang terbatas. Pekan ini akan langsung memulai proyek yang sudah lama tertahan, akibat sengketa dengan warga yang menguasai lahan. “Kami akan berkoordinasi dengan kontraktor, untuk segera memulai pekerjaan,” tegas Syafrizal.

Dia berharap, agar pembebasan lahan segera selesai, untuk memudahkan kontraktor bekerja. Karena jika belum selesai, konflik sengketa kemungkinan bisa terjadi.  “Kami berharap, pembebasan lahan cepat selesai, untuk mempermudah proses pembangunan,” terang Syafrizal.

Terpisah, Ketua Pembebasan Lahan Pembangunan (PPK) UIII, Encep Dimyati mengaku, telah melakukan penebangan pertama di lahan yang sebelumnya dikuasai warga. Dia melakukan penebangan setelah melakukan pembayaran uang kerohiman tahap pertama kepada 21 warga Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya yang menempati lahan UIII.

“Kami telah melakukan penebangan pohon pertama, di kawasan yang terdampak pembangunan UIII,” kata Encep Dimyati.

Dia berharap setelah pembebasan selesai dilaksanakan, kontraktor yang bertanggungjawab terhadap pembangunan gedung rektorat UIII, bisa langsung bekerja. “Semoga setelah lancar semua dibebaskan, kontraktor bisa langsung bekerja,” ucap Encep.

Sejauh ini, baru menyelesaikan pembebasan 21 kepala Keluarga, sisanya masih melakukan pendataan dan verifikasi sesuai dengan arahan dari Komnas HAM. “Kami masil melakukan verifikasi tahap kedua,” beber Encep. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya