AKRAB :  Ketua LSM Kapok, Kasno (kiri) bersama Walikota Depok, Mohammad Idris dan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK
AKRAB : Ketua LSM Kapok, Kasno (kiri) bersama Walikota Depok, Mohammad Idris dan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK Pilkada Depok 2020 memang seksi untuk dibicarakan. Betapa tidak, siapa yang tidak mau menjadi orang nomor satu di Kota Sejuta Maulid.

Meski demikian, bagi figur yang punya niat mencalonkan diri, tentu mesti punya ‘matematika’ yang matang. Hal tersebut diungkapkan Ketua LSM Kapok, Kasno. Menurut pria hitam manis ini, pada prinsipnya, siapapun orangnya tidak dapat menghalangi atau dihalangi keinginan dan cita-cita tanpa terkecuali.

Namun, tiap orang untuk mewujudkan keinginan, sebaiknya memiliki beberapa petimbangan-pertimbangan untung dan ruginya. “Begitu juga para kandidat yang berkeinginan akan maju di Pilkada serentak. Termasuk Depok,” ungkapnya kepada Radar Depok, Rabu (23/10).

Maka, sambung Kasno, kandidat Calon Walikota dan Wakil Walikota Depok yang akan datang sebaiknya mampu berhitung dengan cerdas dan cermat, diantaranya masa jabatan Walikota dan Wakil Walikota dari hasil Pilkada serentak 2020, di mana akan dilantik sekitar Februari tahun 2021 hingga berahir ditahun 2024. “Artinya hanya menjabat tiga tahun,” papar Kasno.

Kemudian, ia melanjutkan, biaya yang dibutuhkan kandidat, paling sedikit bisa mencapai Rp10 miliar hingga Rp15 miliar. Itu pun belum tentu bisa menumbangkan petahana saat ini, yakni Walikota Depok Mohammad Idris dan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna.

“Petanaha masih terlalu kokoh di sini,” tegasnya.

Selanjutnya, petahana memiliki pengalaman dan strategi di atas rata-rata dengan rival atau penantang baru di Pilkada serentak 2020. Ia menambahkan, jika nanti petahana tumbang oleh pendatang baru, masa jabatannya yang hanya tiga tahun belum tentu membawa perubahan berarti untuk Depok.

“Dengan masa jabatan yang sangat singkat hanya tiga tahun, sangat kecil kemungkinan bisa membawa perubahan Kota Depok yang lebih fositif dari Walikota dan Wakil Walikota Depok sebelumnya,” pungkas Kasno. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya