STOK : Salah seorang Penjual jas hujan di Jalan Raya Bogor, Sunardi menunjukan barang dagangannya. FOTO : LULU/RADAR DEPOK
STOK : Salah seorang Penjual jas hujan di Jalan Raya Bogor, Sunardi menunjukan barang dagangannya. FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, CIMANGGIS – Di musim kemarau yang berkepanjangan tidak hanya menimbulkan kekeringan. Tetapi, membuat penjual jas hujan merugi lantaran sepi pembeli. Hal tersebut dialami para pedagang di Jalan Raya Bogor yang terpaksa gigit jari.

Seperti yang dituturkan salah satu pedagang jas hujan, Nardi. Penjualan produk jas hujan sudah beberapa bulan sepi pembeli. Padahal, dalam sehari, ketika tidak musim kemarau, ia bisa menjual 30 pics jas hujan dalam sehari,

“Sekarang malah tidak terjual sama sekali. Paling hanya menjual satu sampai dua jas hujan saja per minggu. Tentu pendapatan turun sangat drastis, karena jual jas hujan itu lakunya nya musiman, mengikuti cuaca,” kata Nardi saat diwawancara Radar Depok, Senin (14/10).

Nardi mengaku, kalau dirinya hanya mengandalkan jas hujan saja mungkin tidak akan dapat memenuhi kebutuhan hidup dia dan keluarganya, untungnya selain menjual jas hujan ia juga menjual masker, sarung tangan dan jaket.

“Pemasukan saat ini ya paling dari jaket dan yang lain nya, tapi harus tetap bersyukur karena rezeki sudah di atur sama sang kuasa yang penting kita harus semangat untuk berusaha,” ucapnya.

Senada dengan Nardi, pedagang jas hujan lainnya di Jalan Raya Bogor, Hamdi menuturkan, semenjak musim kemarau jas hujan nya belum terjual sama sama sekali.

“Kemarau nya kepanjaangan jadi penghasilan selama beberapa bulan ini anjlok banget, makanya saya menjual barang-barang lain untuk menunjang kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Untuk itu, ia berharap agar musim kemarau cepat berlalu. Sehingga,  tidak ada lagi wilayah yang mengalami kekeringan serta penjual jas hujan seperti dirinya bisa mendapatkan pendapatan yang stabil seperti biasanya.

“Kalau sekarang hujannya masih jarang-jarang. Semoga, penjualan bisa stabil lagi,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Lulu

Editor : Pebri Mulya