CEK KESIAPAN PASUKAN: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto didampingi Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa, KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, dan Wakasau Marsda Fahru Zaini Isnanto mengecek kesiapan pasukan. FOTO : SABIK AJI TAUFAN/JAWA POS
CEK KESIAPAN PASUKAN : Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto didampingi Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa, KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, dan Wakasau Marsda Fahru Zaini Isnanto mengecek kesiapan pasukan. FOTO : SABIK AJI TAUFAN/JAWA POS

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Menjelang pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Minggu (20/10), sejumlah objek vital akan menjadi perhatian pengamanan personel gabungan. Salah satunya PLN Gandul Unit Transmisi Jawa Bagian Barat (PLN UIT JBB), yang ada di Kota Depok.

Tidak hanya itu, TNI-Polri pun menggelar apel gelar pasukan pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019-2024, di gedung DPR/MPR RI Senayan Jakarta.

General Manager PLN UIT JBB, Warsono mengaku, pihaknya mendapat bantuan penjagaan dari tim gabungan TNI-Polri sebanyak 50 personel.

“Pengamanan dilakukan hingga 22 Oktober, sekarang sudah mulai dijaga,” ungkap Warsono kepada Radar Depok, Kamis (17/10).

Tidak hanya itu, seluruh jajaran PLN UIT JBB telah siap siaga sesuai tugas dan wilayah masing-masing guna menjaga pasokan transmiisi tenaga listrik di wilayah JBB, agar tetap aman, dan berkualitas. Ditambah piket siaga dan menyiapkan tim reaksi cepat untuk memonitor kondisi jaringan, serta bekerja cepat jika terjadi hal-hal yang perlu ditangani.

“Kami juga membuat SOP, kondisi siaga, dan menyosialisasikan SOP tersebut, sehingga dipahami seluruh jajaran menghindari kesalahan,” tuturnya.

Terpisah, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bertindak sebagai inspektur upacara, didampingi Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa, KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, dan Wakasau Marsda Fahru Zaini Isnanto.

Hadi mengatakan, apel ini dimaksudkam untuk memeriksa kesiapan akhir seluruh satuan, personel, alat perlengkapan, dan alutsista yang akan digunakan dalam pengaman pelantikan Presiden. Dia menyampaikan komanda dari para pimpinan telah didistribusikan kepada seluruh prajurit.

“Pahami dan kuasai rincian tugas tersebut, serta aturan pelibatan dalam menghadapi setiap perkembangan situasi,” kata Hadi di Lapang Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (17/10).

Hadi berpesan kepada seluruh komandan satuan supaya memastikan anggotanya memahami perbuatannya selama menjalankan tugas. Dengan begitu diharapkan gangguan selama melaksanakan pengamanan bisa dikurangi. Para pasukan juga diingatkan supaya mencermati setiap informasi yang masuk dan mengolah informasi tersebut dengan cermat, agar tidak melewatkan informasi intelijen sekecil apapun. “Kegagalan memahami informasi akan menyebabkan pengambilan keputusan yang tidak tepat dan dapat membahayakan pelaksanaan tugas,” tambahnya.

Mantan KSAU itu, pun menekankan agar setiap prajurit menghilangkan ego sektoral yang sempit. Baik itu antar matra TNI, maupun dengan anggota polri. Seluruh pihak harus berbuat untuk kepentingan yang lebih besar, yakni kepentingan bangsa dan negara.

Dalam pelantikan 20 Oktober mendatang, TNI mengerahkan 30 ribu pasukan gabungan dari polri dan pemerintah daerah. Mereka akan dibagi dalam tiga ring pengamanan. Ring pertama di bawah tanggungjawab Paspampres, ring 2 TNI, dan ring 3 gabungan TNI-Polri dan unsur lainnya.

Adapun sejumlah objek yang menjadi bagian pengamanan ini yaitu Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarga, tamu luar negeri, tamu negara, utusan khusus dan lain sebagainya. Mereka akan dikawal mulai dari kedatangan, perjalan menuju hotel, perjalanan menuju gedung DPR, hingga pulang kembali. Sedangkan objek vital yang akan diamankan yakni sarana dan prasarana yang akan digunakan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, tamu negara, gedung DPR/MPR RI, Bandara Internasional Soekarno Hatta dan Halim Perdanakusuma, PLN Gandul, tempat logistik pertamina dan area lainnya.

“Ada beberapa ttik kritis yang diperkuat termasuk Istana Presiden, wilayah lain diantaranya tempat-tempat ekonomi seperti Glodok, Jembatan Tiga dan lain sebagainya,” tegas Hadi.

Sementara itu, pihak Istana Kepresidenan menyiapkan belasan unit kendaraan premium yang akan digunakan tamu negara saat pelantikan presiden dan wakil presiden 20 Oktober nanti. Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono saat ditemui di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Kamis (17/10), mengatakan jumlah mobil yang disiapkan adalah 18 unit. “Sesuai permohonan Bu Menlu, kami siapkan 18 unit kendaraan yang memang semestinya kami siapkan untuk tamu kepala negara, dan di belakang sini sudah ada,” kata Heru.

Kendaraan premium saat ini sudah parkir di Kompleks Sekretariat Presiden. Tipe yang disediakan untuk kepala negara adalah Mercy S450, dan E300 bagi utusan negara. Semua mobil itu baru. “Menyewa, tetapi persyaratannya adalah kami minta yang baru. Jadi ini memang benar-benar baru dari pabrik. Kurang lebih Rp 1 miliar (biaya sewanya),” kata mantan wali kota Jakarta Utara.(rd/jpc/jpnn)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto), M. Agung HR (IG : @agungimpresi)

Editor : Pebri Mulya