DISKUSI: Bareskrim Polri Kombes Pol, Agung Budiono, dengan Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara Supangkat Iwan Santoso, saat melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Tata Kelola Energi Kelistrikan Nasional. FOTO : ISTIMEWA
DISKUSI : Bareskrim Polri Kombes Pol, Agung Budiono, dengan Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara Supangkat Iwan Santoso, saat melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Tata Kelola Energi Kelistrikan Nasional. FOTO : ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM, DEPOK – PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban (UIP2B) terus meningkatkan ketahanan dan keandalan dalam pasokan listrik. Pada prosesnya, UIP2B mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Tata Kelola Energi Kelistrikan Nasional dengan mengundang jajaran Polri pada 24 dan 25 Oktober 2019 di Nusa Dua-Bali.

Pembahasan dan hasil studi, menjadi masukan dan diharapkan bisa meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Indonesia, Jawa-Bali khususnya.

Bareskrim Polri Kombes Pol, Agung Budiono yang mewakili Dir Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri memberikan paparan mengenai peran Polri dalam mendukung penguatan tata kelola energi kelistrikan nasional.

Dia menjelaskan Polisi selalu siap untuk menjaga dan mengamankan objek vital yang ada di Indonesia. Terkait PLN dia sangat mengapresiasi kegiatan FGD yang dilakukan PLN. Karena menurutnya PLN merupakan objek yang sangat dibutuhkan oleh orang banyak, sehingga tidak boleh terjadi sedikitpun gangguan di PLN.

“PLN adalah salah satu perusahaan Objek Vital Nasional yang menyangkut hajat hidup orang banyak, untuk itu kita harus bersinergi menjaga keandalannya,” kata Bareskrim Polri Kombes Pol, Agung Budiono.

Sementara yang mewakili PLN, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara Supangkat Iwan Santoso mengapresiasi kerjasama yang dilakukan antara PLN dan Polisi, sehingga dapat meningkatkan pengamanan, sehingga dapat meningkatkan kinerja pegawai PLN.

“Saya sangat apresiasi, semoga kedepan kita bisa terus sama-sama bersinergi demi Penguatan Tata Kelola Energi Kelistrikan Nasional,” kata Supangat.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri pula oleh Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara, sebanyak kurang lebih 80 orang peserta dari PLN, Polda dan Bareskrim Polri hadir untuk mengikuti FGD yang dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu Kompetensi, Peralatan dan Operasi Sistem. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya