KUNJUNGI : Wakil Walikota Depok yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna saat mengunjungi markas Pokja Wartawan Depok, lingkungan Mapolresta Depok, Senin (14/10). FOTO : JUNIOR/RADAR DEPOK
KUNJUNGI : Wakil Walikota Depok yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna saat mengunjungi markas Pokja Wartawan Depok, lingkungan Mapolresta Depok, Senin (14/10). FOTO : JUNIOR/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK Dinamika DPC Partai Gerindra Kota Depok jelang Pilkada Depok 2020 makin hangat. Sejumlah nama-nama figur yang akan mewakili partai berlambang Burung Garuda itu mulai muncul.

Mereka antara lain, Anggota DPR RI Nuroji, Anggota DPRD Jawa Barat Abdul Harris Bobihoe, Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna, Wakil Ketua DPRD Kota Depok Yeti Wulandari, dan Ketua Komisi A DPRD Kota Depok Hamzah.

Soal ini, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna tak menampiknya. Namun, kata dia, secara individu yang sudah terang-terangan mencalonkan diri adalah Ketua Komisi A DPRD Kota Depok, Hamzah. Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Depok.

“Yang nampak hanya satu orang, yaitu Pak Hamzah. Ada dua dengan saya. Yang lainnya digadang-gadang oleh tim suksesnya mungkin. Jadi kalau dibilang nama-nama itu, ya mungkin bisa saja terjadi,” ungkap Pradi kepada Radar Depok, saat mengujungi markas Pokja Wartawan Depok, Senin (14/10).

Ritme seperti ini, ujar dia, sangatlah biasa. Apalagi menjelang hajatan politik besar sekelas Pilkada. Ia mengambil contoh saat Pilkada Depok 2015. Saat itu, nama yang kuat muncul dari Partai Gerindra adalah dirinya dan Nuroji. “Tapi hasil dan faktanya, rekomendasinya tetap cuma satu,” tambah Wakil Walikota Depok ini.

Dirinya menjelaskan, proses rekomendasi, salah satu faktornya adalah elektabilitas. Antara November akhir atau awal Desember, partai akan melakukan survei kedua.

“Ada survei kedua di November atau Desember. Ini untuk proses penjaringan,” tambahnya lagi.

Ihwal komunikasi politik lintas partai, Pradi mengaku terus digenjot. Seluruh partai ia ajak berkomunikasi. Bahkan dengan PKS, kompatriotnya di Pilkada Depok 2015. “Yang jelas kami bukan cuma ingin mewarnai. Tapi kami ingin menang,” tegas dia.

Ia menuturkan, penentuan posisi walikota atau wakil walikota, tentu akan membutuhkan proses. Biasanya dilakukan saat detik terakhir. Meski demikian, dirinya ingin berada dalam posisi pengambil kebijakan.

“Kalau penjajakan untuk saling mengetahui visi dan misinya untuk Depok. Ini sudah mulai komunikasi individu-individu. Dari PKS, PDIP, Golkar, PKB, sampai PPP,” tuturnya.

Nama nama pertai tersebut, muncul kandidat-kandidat yang diprediksi akan pula meramaikan Pilkada. Pradi menyebut, antara lain, Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok Farabi El Fouz, Politikus PDIP Achmad Riza Alhabsyi, Ketua DPC PPP Kota Depok Qonita Luthfiyah, Politikus PKB Babai Suhaimi, Anggota Fraksi PAN DPRD Jawa Barat Hasbullah Rahmad, sampai Anggota Fraksi PKS DPRD Jawa Barat Imam Budi Hartono.

“Saya sudah berkomunikasi dengan mereka. Pembicaraan tidak harus selalu formal kok,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina DPC Partai Gerindra Kota Depok, Nuroji menilai, Pradi pantas untuk diusung dan dijagokan kembali pada bursa Pilkada di Kota Sejuta Maulid.

“Pengalaman-pengalaman dari Pradi, saya rasa memang pantas untuk maju. Dia juga saat ini kan menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok,” paparnya.

Ia kembali menegaskan, Pradi merupakan saudara dan dirinya sudah melakukan komunikasi dengan internal partai. Bahkan, ia sudah mengatakan agar Pradi kembali maju. Hal ini berlandaskan berbagai pertimbangan. Salah satunya telah memiliki jaringan yang cukup kuat di Depok.

“Ingat, membangun jaringan itu tidak gampang. Itu salah satu pertimbangan. Belum lagi jabatan Pradi sebagai Wakil Walikota, sudah banyak yang mengenal dia,” tegasnya. (rd)

 

Jurnalis : Junior Wiliandro

Editor : Pebri Mulya