KEGIATAN : Warga tengah mendengarkan setelah Salat Istisqa di Jalan M. Yusuf Raya, Kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya, Minggu (27/10). FOTO : LULU/RADAR DEPOK
KEGIATAN : Warga tengah mendengarkan setelah Salat Istisqa di Jalan M. Yusuf Raya, Kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya, Minggu (27/10). FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

Lebih dari 300 warga mengikuti Salat Istisqa di Jalan M. Yusuf Raya, Kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya, Minggu (27/10), guna memohon diturunkannya hujun dari Sang Pencipta alam semesta, Allah SWT.

Laporan : Lutviatul Fauziah

RADARDEPOK.COM – Pukul 05.30 WIB, pria, wanita, tua, muda hingga anak-anak berdatangan ke Jalan M. Yusuf Raya, Kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya. Beberapa warga yang menjadi panitia sudah lebih dulu tiba mempersiapkan acara.

Ya, di salah satu jalan utama di Kelurahan Mekarjaya tersebut, sekitar 300 warga melaksanakan Salat Istisqa. Sebab, kemarau yang berkepanjangan membuat sumur-sumur di rumah mereka mengering. Sesuai ajaran Islam, memang saat musim kemarau berkepanjangan diminta untuk melaksanakan salat sebagai doa dari hamba kepada Sang Pencipta.

Tepat pukul 06.00 WIB, mereka memulai salat tersebut yang diimami Ustadz Ahmad Taufiq. Bagi yang belum mengetahui tentang pelaksanaan Salat Istisqa, tidak berbeda jauh dengan pelaksanaan salat Ied, diawali dengan niat, pada rakaat pertama terdiri dari tujuh kali takbir dan takbir lima kali pada rakaat kedua.

Tak hanya itu, H-4 sebelum pelaksanaan salat, jamaah diminta untuk menjalankan puasa sunnah selama tiga hari berturut-turut, setelah itu dilanjut pelaksaan salat.

Usai salat, Ustadz Ahmad Taufiq juga didaulat khotib menyampaikan bahwa segala sesuatu yang ada di bumi, baik bencana, musibah, kekeringan atau yang lainnnya itu semua merupakan hak dan ketentuan dari Allah Sang Pemilik semesta.

“Untuk itu tidak bisa disangkut pautkan dengan hal atau asumsi apapun seperti yang beredar dimasyarakat, karena tujuan dilaksanakan Shalat Istisqa yaitu untuk meminta diturunkan rahmat Allah berupa hujan,” ucapnya.

Jamaahpun dengan khusyu saling bermunajat, meminta ampun kepada sang pencipta atas segala kesalahan dan dosa yang telah diperbuat dan berharap agar Allah senantiasa memberikan nikmat dan keberkahan dalam bentuk hujan.

Sementara, Ketua Pelaksana Salat Istisqa, Laury Cahya Dwi Tama mengungkapkan, Jamaah yang hadir diperkirakan sekitar300 orang, warga dari RW21 dan RW22.

“Karena beberapa bulan di wilayah kami khususnya, sudah mengalami kekeringan, ditambah lagi dengan cuaca panas yang cukup ekstrim, untuk itu kami melaksanakan Salat Istisqa untuk meminta Rahmat,” kata Laury. (*)

 

Editor : Pebri Mulya