MANASIK HAJI: Para siswa SMK Al-Muhajirin berfoto bersama para guru usai melaksanakan Manasik Haji 2019, yang berlangsung di Lapangan Al-Muhajirin, Jalan Nusantara Raya, Kecamatan Pancoranmas, Sabtu (12/10). FOTO : AGUNG/RADAR DEPOK
MANASIK HAJI: Para siswa SMK Al-Muhajirin berfoto bersama para guru usai melaksanakan Manasik Haji 2019, yang berlangsung di Lapangan Al-Muhajirin, Jalan Nusantara Raya, Kecamatan Pancoranmas, Sabtu (12/10). FOTO : AGUNG/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, PANCORANMAS – Sebanyak 106 siswa yang berasal dari Kelas X dan XI SMK Al-Muhajirin mengikuti bimbingan Manasik Haji 2019, yang berlangsung di lapangan Al-Muhajirin, Sabtu (12/10). Kegiatan tersebut merupakan pembelajaran rutin di sekolah tersebut.

Ketua Pelaksana Manasik Haji SMK Al-Muhajirin, Kamaluddin mengatakan, rangkaian manasik haji yang diikuti para siswa, mulai dari prosesi Miqat, Wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, kemudian ke Mina, Wusta, dan Aqobah. Dalam Manasik tersebut, dibuatkan pula reflika Ka’bah. Kemudian siswa melaksanakan tawaf sebanyak tujuh kali putaran.

“Tujuan dari manasik ini guna menanamkan siswa tentang pentingnya memahami pelaksanaan ibadah haji. Karena haji merupakan rukun Islam yang kelima. Dan sekolah tidak hanya memberikan pelajaran secara teori, melainkan dilengkapi juga dengan praktik langsung,” ungkap Kamaluddin kepada Radar Depok.

Hal lain dalam berhaji yang perlu diingat oleh setiap siswa, ketika sudah berihram banyak pantangan yang perlu dihindari. Kegiatan ini lanjut Kamaluddin, dibimbing oleh masternya haji yang sudah memiliki Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), yaitu Kyai Kosim.

“Makna ibadah haji berawal dari niat kemudian diucapkan dan praktikan. Karena ibadah itu bukan hanya diucapkan saja, tetapi ada praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari,” tandas Kamaluddin.

Salah satu peserta manasik, Rasal Azimi kelas X-1 mengaku, dengan adanya bimbingan manasik haji tersebut pengetahuan tentang prosesi berhaji bertambah. Apalagi kegiatan ini dibimbing oleh yang berpengalaman dalam bidangnya.

“Materinya sangat cepat kami pahami, sangat membantu sekali dalam pembelajaran, jadi kita paham bahwa berhaji itu banyak proses yang harus kita lalui dengan khusyuk, agar ibadah haji yang dijalani diterima Allah SWT,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : M. Agung HR (IG : @agungimpresi)

Editor : Pebri Mulya