RUSAK : Sebuah bangunan di SMK Arjuna yang rusak karena di serang orang tidak dikenal pada Rabu (16/10) sekitar pukul 05:00. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
RUSAK : Sebuah bangunan di SMK Arjuna yang rusak karena di serang orang tidak dikenal pada Rabu (16/10) sekitar pukul 05:00. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sekelompok orang tak dikenal dengan membawa senjata tajam, menyerang dan merusak gedung SMK Izzata dan SMK Arjuna di Jalan Raya Cipayung, Kecamatan Pancoranmas, Depok, pada Rabu (16/10) sekitar pukul 05.00 wib.

Belum diketahui apa yang menjadi penyebab dua gedung sekolah tersebut dirusak. Namun, diduga penyerangan tersebut buntut dari tewasnya salah satu pelajar akibat tawuran di Jalan Raya Sawangan.

Security SMK Izzata, Gindo (50) mengaku, pada saat kejadian kondisi sekolah masih sepi. Ketika kelompok orang tersebut datang menyerobot masuk membawa senjata tajam dan langsung menghancurkan bangunan sekolah. Ia pun berusaha menyelamatkan diri dengan melompati pintu gerbang.

“Ruang kelas rusak, pintu hancur, kaca jendela pecah, dan buku berantakan,” ucap Gindo saat ditemui Radar Depok di lokasi, Rabu (16/10).

Menurut Gindo, penyerang membawa senjata tajam saat melakukan perusakan. Kondisi sekolah masih sepi, petugas kebersihan pun sedang merapikan sekolah yang akan digunakan kegiatan belajar mengajar. Atas kejadian tersebut, pihak sekolah pun meliburkan siswanya.

Terkait peristiwa ini, Kapolresta Depok, AKBP Azis Andriansyah menegaskan, para pelaku penyerangan sudah terlacak, dan tim sedang proses pengembangan.

“Para pelaku penyerangan sudah teridentifikasi,” ungkap Azis kepada wartawan.

Namun, ia belum memastikan identitas para pelaku yang dimaksud. “Nanti akan kami rilis secepatnya,” terang Azis.

Perlu diketahui, kejadian penyerangan tersebut mengakibatkan sejumlah ruang kelas dan kantor guru rusak. Ditambah lagi pintu gerbang utama, dan pos security juga rusak.

“Dua gedung sekolah itu sudah kami pasangi garis polisi, sudah olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi,” tutur Kapolsek Pancoranmas, Kompol Trihariadi.

Menurutnya, ada empat ruang kelas yang rusak dan satu ruang kantor guru. “Tidak ada korban jiwa. Kami sedang melakukan penyelidikan kasus tersebut untuk mengungkap para pelaku penyerangan,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu (IG : @kelmanutuarnet)

Editor : Pebri Mulya