AYOMI : Ahmad Sofyan bersama santri di Pesantren Riyaadhul Quran di Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, beberapa waktu lalu. FOTO : DICKY/RADARDEPOK
AYOMI : Ahmad Sofyan bersama santri di Pesantren Riyaadhul Quran di Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, beberapa waktu lalu. FOTO : DICKY/RADARDEPOK

 

Terbatas akan usia, Sofyan Hadi berusaha mencetak Qari dari sejumlah santri yang belajar di Pesantren Riyaadhul Quran. Sofyan Hadi bertekad mewariskan santri di pesantren yang didirikannya.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

RADARDEPOK.COM – Salah satu ruangan kelas di Pesantren Riyaadhul Quran, terlihat Sofyan Hadi memberikan pelajaran keagamaan pada sejumlah santri. Tanpak santri mendengarkan penjelasan yang diberikan Sofyan untuk dipahami sebagai bekal pendidikan.

Usai mengajar, Sofyan Hadi mengatakan, sudah tidak lagi menjadi Qari maupun mengikuti perlombaan Qari. Hal itu dikarenakan usia yang sudah melewati batas dan kesibukan Sofyan mendidikan santri di Pesantren yang diasuh. Namun, Sofyan ingin melanjutkan cita-citanya kepada santri.

“Saya ingin mengasah kemampuan santri untuk menjadi Qari yang handal,” ujar Sofyan.

Pria yang disapa Ki Balong Pamungkas tersebut menjelaskan, perlombaan Qari memiliki batas usia yang dilombakan, mulai dari usia 15 hingga 22 tahun dan 22 tahun hingga 40 tahun. Mengingat usia, Ki Balong berusaha mengasah santri yang memiliki keinginan yang sama menjadi Qari.

Untuk menjadi Qari, lanjut Ki Balong, santri harus memiliki tekad yang bulat dan belajar dengan tekun. Sebelum mengaji, santri diingatkan tidak mengkonsumsi buah yang mengandung getah, seperti pisang dan salak karena akan mengganggu pita suara atau kelancaran suara.

“Suara merupakan salah satu kunci kesuksesan Qari melantunkan ayat suci Al Quran,” terang Ki Balong.

Pria yang gemar minum kopi menuturkan, ingin mencetak Qari yang mengetahui lebih dalam ilmu Qari. Sehingga Kota Depok khususnya Kecamatan Bojongsari memiliki Qari yang dapat diandalkan.

“Sangat membanggakan apabila Kota Depok memiliki Qari yang dapat mengharumkan agama maupun wilayah di mata nasional dan internasional,” tutup Ki Balong. (*)

 

Editor : Pebri Mulya