PRESTASI : Sofyan Hadi saat mendapatkan piala Qari terbaik Kota Depok pada MTQ tingkat Kota Depok, beberapa waktu lalu. FOTO : DICKY/RADARDEPOK
PRESTASI : Sofyan Hadi saat mendapatkan piala Qari terbaik Kota Depok pada MTQ tingkat Kota Depok, beberapa waktu lalu. FOTO : DICKY/RADARDEPOK

 

Sofyan Hadi, warga Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari Depok, sejak kecil berminat menjadi Qari. Alasannya, untuk membanggakan orang tua. Malang melintang masuk ke pesantren demi mendapatkan ilmu sebagai bekal qari.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

RADARDEPOK.COM – Duduk santai sambil melihat ikan dikediamannya yang terletak di RT3/1, Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari. Ahmad Sofyan tengah berbincang dengan sejumlah santri sambil sesekali memberikan pengalamannya menjadi Qari di Kota Depok.

Sofyan Hadi mengatakan, saat dia kecil kerap ditanya cita-cita beranjak dewasa saat berada di sekolah. Banyak kerabatnya yang menjawab ingin menjadi dokter, TNI, Polri, PNS, dan beberapa pekerjaan yang membanggakan lainnya. Namun, dia menjawab hal yang berbeda.

“Saya sejak kecil berkeinginan mejadi Qari yang melantunkan ayat Al Quran dengan merdu,” ujar Sofyan sambil mengenang.

Anak kelima dari sembilan saudara tersebut mengungkapkan, keinginan menjadi Qari berawal dari mendengarkan rekaman Qori pada 1970-an. Hal itulah yang mendorong dan memotivasinya untuk mewujudkan tekad dan dorongan menjadi Qari. Hal itu Sofyan tuturkan kepada orang tuanya, sehingga kedua orang tuanya mendukung keinginan Sofyan.

Untuk memuluskan niat tersebut, putra dari pasangan Nawi Abdulrahman dan Misna belajar kesejumlah pesantren, seperti Pesantren Nurul Hidayah Situ Daun Ciampea dan Pesantren Al Furqon pimpinan KH Abdulrahman. Di pesantren tersebut, Sofyan digembeleng untuk belajar menjadi Qari terbaik sebagai bekal untuk mewujudkan cita-citanya.

“Saya banyak belajar dari ustad dan kyai di Pondok Pesantren,” terang Sofyan.

Terkait panggilan Ki Balong Pamungkas, lanjut Sofyan berawal dari seorang jamaah yang ingin mengundang untuk mengisi acara pengajian. Saat itu, jamaah melihat dia sedang memberi makan ikan di Balong, apalagi kesehariannya setelah memberi pelajaran kepada santri, Sofyan kerap berada di Balong untuk mengurusi ikan. Lantaran sering berada di Balong, masyarakat kerap menyebut Sofyan sebagai Ki Balong Pamungkas.

“Kata Pamungkasnya karena saat mengikuti lomba Qari di Kota Depok kerap mendapat juara,” ucap Sofyan. (*)

 

Editor : Pebri Mulya