SOSIALISASI : Camat Sukmajaya, Tito Ahmad Riyadi memberikan sambutan dalam sosialisasi Gerakan Anti Narkoba di Aula Rapat Kelurahan/Kecamatan Sukmajaya, Rabu (23/10). FOTO : LULU/RADAR DEPOK
SOSIALISASI : Camat Sukmajaya, Tito Ahmad Riyadi memberikan sambutan dalam sosialisasi Gerakan Anti Narkoba di Aula Rapat Kelurahan/Kecamatan Sukmajaya, Rabu (23/10). FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kecamatan Sukmajaya menjadi surganya bandar dan pelaku penyalahgunaan narkoba di Kota Depok. Bahkan, berdasarkan rilis dari Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Depok, kecamatan yang dipimpin Tito Ahmad Riyadi masuk peringkat tiga terbesar di Kota Sejuta Maulid.

Hal tersebut diungkapkan, Analisis Intelejen Badan Narkotika Nasional (BNNK) Depok, Wahyudi dalam sosialisasi Gerakan Anti Narkoba yang diselenggarakan di Aula Rapat Kantor Kelurahan/Kecamatan Sukmajaya, Rabu (23/10).

Kepada Radar Depok, Wahyudi mengatakan, saat ini Depok dalam kondisi bahaya narkoba. Sedangkan, kecamatan rawan narkoba, yakni urutan pertama Pancoranmas, kedua Beji dan ketiga Sukmajaya.

“Kecamatan Sukmajaya berada diurutan ketiga se-Depok. Berdasarkan data tersebut,  kecamatan ini dalam kondisi yang sangat bahaya dan perlu dibenahi,” kata Wahyudi.

Wahyudi menegaskan, untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba, pihaknya melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan sekolah. Bahkan, penyuluhan ke kantor-kantor kelurahan.

“Dengan diadakan sosialisasi dan razia, diharapkan masyarakat mengetahui bahaya Narkoba. Sehingga tidak mudah terjerumus kedalam barang haram tersubut. Serta kami menghimbau kepada seluruh masyarakat, agar melaporkan jika terdapat penyalahan narkoba disekitar kita,” ucapnya.

Sementara, Camat Sukmajaya, Tito Ahmad Riyadi mengatakan, tahun 2018  kasus penyalahgunaan narkoba di Kecamatan Sukmajaya terbilang banyak dan perlu diwaspadai.

“Ada delapan kasus penyalahgunaan narkoba dan Sukmajaya masuk 10 besar daerah rawan narkoba,” kata Tito.

Hal ini, sambung Tito,  menjadi warning bagi semua dan perlu mencari formula yang tepat, agar pengedaran narkoba di Sukmajaya dapat diberantas.

“Mungkin kami akan membuat Masyarakat Anti Narkoba (MAN) agar dapat mencegah peredaran narkoba yang ada di Sukmajaya ini,” pungkasnya. (cr1)

 

Jurnalis : Lutviatul Fauziah (IG : @lutviatulfauziah)

Editor : Pebri Mulya