SEPI: Kediaman korban tawuran, GMF (16) di Jalan Pramuka Kelurahan Mampang, Pancoranmas tampak sepi. Pihak keluarga sedang melangsungkan pemakaman di kampung halaman korban. FOTO : ARNET/RADARDEPOK
SEPI : Kediaman korban tawuran, GMF (16) di Jalan Pramuka Kelurahan Mampang, Pancoranmas tampak sepi. Pihak keluarga sedang melangsungkan pemakaman di kampung halaman korban. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tawuran pelajar di Kota Depok kembali makan korban jiwa. Tawuran antar sekolah yang pecah di Jalan Raya Sawangan, Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, menewaskan seorang pelajar SMK swasta di Kota Depok, berinisial GMF (16).

Ketika awak media Radar Depok menyambangi rumah korban di Jalan Pramuka Kelurahan Mampang, Pancoranmas, kondisinya tampak sepi.

Ketua RW02, Opa menyebutkan, GMF yang menjadi korban tawuran sudah dibawa dan dimakamkan di kampung halamannya Jawa Tengah. Ayah korban sempat pamit, usai pulang dari Rumah Sakit Hermina Depok.

“Kartu keluarganya masih domisili di sini, mungkin dia pamit karena memang anaknya besar di sini. Iya dimakamin di Jawa Tengah, ayahnya kan asal sana,” ungkap Opa kepada Radar Depok, Rabu (16/10).

Korban dikenal di lingkungannya sebagai seorang yang rajin beribadah, karena lulusan madrasah ibtidaiyah. Selepas SMA lanjut Opa, korban pindah bersama keluarganya ke RW10 Kelurahan Mampang, dan menetap hingga menghembuskan nafas terakhir.

“Sekarang sudah gede, saya suka lihat korban di depan jembatan madrasah sama temannya anak sini juga. Dia juga aktif rapihin masjid,” ucap Opa.

Kematian GMF juga membuat kaget warga RW02, yang menjadi tempat bermain hingga tumbuh dewasa. “Saya nggak yakin (ikut tawuran, red), saya kenal dia dari kecil,” kata teman kecilnya, Lulu.

Lulu juga tak menyangka, di badan temannya itu harus bersarang luka bacok senjata tajam. (rd)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu (IG : @kelmanutuarnet)

Editor : Pebri Mulya