MEMBUAT SUMUR BOR : Warga Kecamatan Cimanggis membuat sumur bor karena kekeringan, Minggu (13/10). FOTO : LULU/RADAR DEPOK
MEMBUAT SUMUR BOR : Warga Kecamatan Cimanggis membuat sumur bor karena kekeringan, Minggu (13/10). FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, CIMANGGIS – Dampak musim kemarau tidak selamanya membawa negatif bagi warga. Malahan, hal tersebut menjadi berkah. Seperti Iwan Hermawan, pria yang berprofesi sebagai tukang pantek sumur ini kebanjiran order.

Menurut Iwan, ia bersama beberapa orang temannya, selama dua bulan terakhir tidak pernah berhenti bekerja untuk menambah kedalaman sumur warga.

“Ya Alhamdulillah, kalau musim kemarau, ya banyak yang minta, malahan sebelum kelar di satu sumur, sudah ada lagi yang minta didalemin sumurnya, karena pada kekeringan,” tutur Iwan kepada Radar Depok, Minggu (13/10).

Untuk harga, Iwan yang berdomisili di Kelurahan Baktijaya, Sukmajaya ini mengaku tidak pernah mematok harga terlalu tinggi, yakni mulai dari Rp1 juta hingga lebih dari itu. Sebab, dilihat dulu kontur tanah di satu wilayah. Sebab, antara daerah satu dengan lainnya berbeda, mulai dari kedalaman yang akan dibor hingga kondisi tanahnya.

“Ada yang ditambah lima meter saja sudah muncul air lagi. Ada yang sampai 30 meter, juga dilihat lagi, di dalam tanah itu tanah semua atau wadas (batu), kalau ada wadas kan harus pakai mata bor intan, harganya beda lagi,” ucap Iwan saat memantek di wilayah Kecamatan Cimanggis.

Salah satu warga RT05/11 Kelurahan Tugu, Cimanggis, Akhyar mengatakan, sumur miliknya kekeringan sejak beberapa hari terakhir, dan harus menambah kedalaman sumur dengan cara di bor.

“Sudah beberapa hari kami kesulitan mendapatkan air, padahal kedalaman sumur sudah mencapai 20 meter, ya akhirnya terpaksa kami keluarkan modal untuk menambah kedalaman sumur 10 meter lagi,” kata Ahyar.

Untuk membuat sumur bor dirinya harus merogoh kocek tidak sedikit, yaitu kurang lebih 2-3 jutaan tergantung dari kedalaman sumur yang akan dibuat.

Warga lainnya, Mustaqim juga mengaku, kebutuhan air untuk sehari-hari dirinya harus membeli air galon isi ulang.

“Di rumah saya sama sekali tidak ada air, jadi setiap harinya kita harus beli air galon isi ulang untuk keperluan rumah tangga seperti, mandi dan masak, seriap hari bisa beli enam sampai sepuluh galon untuk kebutuhan keluarga,” ungkapnya.

Masyarakat sangat berharap agar kemarau panjang ini segera berakhir, sehingga masalah kekeringan dapat segera teratasi.

Walaupun kemarin sempat dua kali turun hujan tetapi belum berdampak sama sekali karna hujan yang turun tidak terlalu banyak, kami berharap agar dikasih rejeki sama Allah melalui hujan,” tutupnya. (rd)

 

Jurnalis : Lulu

Editor : Pebri Mulya