Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Herliani Tanoesoedibjo.
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Herliani Tanoesoedibjo.

 

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik wakil menteri (wamen) Kabinet Indonesia Maju di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/10). Dari 34 menteri, presiden hanya menyiapkan 12 orang yang menjabat sebagai wamen di 11 pos kementerian.

Dalam kesempatan ini, Jokowi memperkenalkan 12 wamen yang telah dilantik. Jokowi berharap, para wamen akan memberi dukungan kepada tiap posisi menteri.

“Siang hari ini saya dan Pak Wapres ingin mengenalkan, wakil menteri yang telah kami pilih, yang tadi pagi saya sudah satu persatu, bertemu dengan beliau-beliau yang akan berikan dukungan pada tugas-tugas menteri,” kata Jokowi di Istana Negara.

Sebanyak 12 wamen diperkenalkan oleh Presiden sembari duduk-duduk di kompleks Istana Negara, Jakarta. Para wamen mengenakan kemeja putih dan dasi merah.  Lalu, berapa penghasilan wakil menteri?. Penghasilan wakil menteri tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 164/PMK.02/2012 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Lainnya bagi Wakil Menteri.

Beleid tersebut menyebutkan, besar gaji yang diterima wakil menteri sebesar 85 persen dari tunjangan jabatan menteri. Sementara itu, berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 68 Tahun 2001 mengenai Tunjangan Jabatan Bagi Pejabat Tertentu, besaran tunjangan jabatan menteri adalah Rp13,61 juta per bulan. Artinya, wakil menteri akan menerima gaji Rp11,57 juta per bulan.

Selain itu, wakil menteri juga menerima hak keuangan sebesar 135 persen dari tunjangan kinerja pejabat struktural eselon IA dengan peringkat jabatan tertinggi yang berlaku pada kementerian tempatnya bertugas.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 119 Tahun 2017 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tunjangan kinerja tertinggi ditetapkan sebesar Rp33,24 juta per bulan. Artinya, tunjangan kinerja yang diterima wakil menteri BUMN mencapai Rp44,87 juta per bulan.

Bagi wakil menteri yang berasal dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), hak keuangan itu dibayarkan dengan memperhitungkan gaji pokok diterima sebagai pegawai negeri. Wakil menteri juga akan mendapatkan sejumlah fasilitas yang tak kalah dengan posisi menteri seperti kendaraan dinas, rumah jabatan, dan jaminan kesehatan. Kendaraan dinas yang diberikan paling tinggi sama dengan standar biaya masukan pengadaan kendaraan dinas pejabat struktural eselon IA.

Apabila kementerian terkait belum bisa menyediakan rumah jabatan, kementerian dapat memberikan kompensasi berupa tunjangan perumahan sebesar Rp35 juta per bulan.

Selain itu, wakil menteri juga mendapatkan jaminan kesehatan dari negara. Sesuai Pasal 7 PMK 176/2015, pemenuhan hak keuangan dan fasilitas bagi wakil menteri diambil dari anggaran masing-masing kementerian.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) cukup untuk membayar gaji para wakil menteri (wamen) baru yang dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat (25/10) siang.

Dia menegaskan, tidak ada tambahan anggaran khusus yang dialokasikan dari APBN untuk kebutuhan gaji para wamen, meski ada beberapa kementerian yang baru memiliki jabatan tersebut. Sebab, ketersediaan anggaran sudah dimasukkan dalam anggaran kementerian/lembaga mulai dari APBN 2019 hingga APBN 2020.

“Sudah masuk, ada di dalam (anggaran) kementerian/lembaga,” ucap Sri Mulyani.

Kebutuhan anggaran untuk gaji para wakil menteri akan meningkat pada pemerintah periode kedua Jokowi. Sebab, beberapa kementerian yang semula tak memiliki wakil menteri kini ada.

Pada Kabinet Kerja, Jokowi hanya menyediakan kursi wakil menteri untuk Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kini, Jokowi menyediakan 12 kursi wakil menteri di Kabinet Indonesia Maju.(rd/met)

 

Nama dan Jabatan 12 Wamen :

  1. Angela Herliani Tanoesoedibjo – Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
  2. Zainut Tauhid – Wakil Menteri Agama
  3. Surya Tjandra – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang
  4. Sakti Wahyu Trenggono – Wakil Menteri Pertahanan
  5. Budi Arie Setyadi – Wakil Menteri Desa PDTT
  6. Budi Gunadi Sadikin – Wakil Menteri BUMN
  7. Mahendra Siregar – Wakil Menteri Luar Negeri
  8. Kartika Wirjoatmojo – Wakil Menteri BUMN
  9. John Wempi Wetipo – Wakil Menteri PUPR
  10. Alue Dohong – Wakil Menteri LHK
  11. Jerry Sambuaga – Wakil Menteri Perdagangan
  12. Suahasil Nazara – Wakil Menteri Keuangan

 

Gaji dan Fasilitas Wamen :

Aturan :

– Peraturan Menteri Keuangan Nomor 164/PMK.02/2012

– Pasal 7 PMK 176/2015

– Keppres Nomor 68 Tahun 2001 mengenai Tunjangan Jabatan Bagi Pejabat Tertentu

–  Peraturan Presiden Nomor 119 Tahun 2017

 

Rincian :

– Wakil menteri sebesar 85% dari tunjangan menteri.

– Tunjangan menteri adalah Rp13,61 juta per bulan.

– Wakil menteri akan menerima gaji Rp11,57 juta per bulan.

– Wakil menteri juga menerima hak keuangan sebesar 135% dari struktural eselon IA

– Tunjangan kinerja yang diterima wakil menteri BUMN mencapai Rp44,87 juta per bulan.

 

Fasilitas :

– Kendaraan dinas

– Rumah jabatan

– Jaminan kesehatan

– Kendaraan dinas sama dengan pejabat struktural eselon IA.

– Kompensasi berupa tunjangan perumahan sebesar Rp35 juta per bulan.

 

Jurnalis : Fahmi Akbar (IG : @akbar.fahmi.71)

Editor : Pebri Mulya