UJI COBA : Seorang petugas pengeboran sumur sedang mencoba menyalakan mesin pompa air setelah selesai membuat sumur bor di belakang kantor Kelurahan Tapos. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK
UJI COBA : Seorang petugas pengeboran sumur sedang mencoba menyalakan mesin pompa air setelah selesai membuat sumur bor di belakang kantor Kelurahan Tapos. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

 

Kemarau berkepanjangan mengakibatkan sebagian wilayah di Depok mengalami kekeringan. Bahkan kantor Kelurahan Tapos juga tak luput dari terpaan musim kemarau sehingga mengakibatkan sumber air di sumur kantor itu mengalami kekeringan.

LAPORAN : INDRA ABERTNEGO SIREGAR

RADARDEPOK.COM, – Di belakang kantor Kelurahan Tapos yang dinaungi pepohonan rindang tampak dua orang petugas pengeboran air tanah sedang memasukan alatnya ke dalam tanah di lokasi tersebut.

Perlahan namun pasti, mata bor menusuk tajam ke dalam tanah hingga ujungnya tak terlihat lagi di permukaan. Sesekali mereka menyambungkan sebuah benda seperti pipa besi untuk menunjang kegiatan pengeboran tanah.

Di samping para pekerja itu tampak seorang pria berambut cepak berwarna putih. Dia adalah Lurah Tapos, Tri Sutanto. Sambil mengawasi kegiatan pengeboran tanah itu, dia mengungkapak mereka sedang membuat sebuah sumur bor untuk menggantikan sumur utama kantor Kelurahan Tapos yang mulai mengering.

“Sebenarnya air masih ada, tapi sudah sangat sedikit. Kami khawatir nanti benar-benar kering makanya kami lakukan pengeboran sumur baru,” katanya sambil mengamati kegiatan pengeboran.

Dia menjelaskan, sumur utama itu sudah tiga hari ini sulit mengeluarkan air. Dia memperkirakan hal itu diakibatkan kemarau yang berkepanjangan sehingga dia memutuskan untuk membuat sumur baru.

“Sumur bor ini dalamnya mencapai 20 meter,” bebernya.

Dia menambahkan, setelah dilakukan uji coba sumur bor tersebut langsung mengeluarkan air bersih sebagai pertanda sudah bisa digunakan untuk keperluan di kantor Kelurahan Tapos.

“Alhamdulilah airnya sudah mengalir deras. Jadi sudah tidak perlu khawatir lagi air kering,” pungkasnya. (rd)

 

Editor : Pebri Mulya