HARI SANTRI: Ustadzah Lulu Susanti (tengah) saat foto bersama dengan mantan Wakil Walikota Depok, Yuyun Wirasaputra perayaan Hari Santri Nasional 2019 di Balaikota Depok. FOTO : ARNET/RADARDEPOK
HARI SANTRI : Ustadzah Lulu Susanti (tengah) saat foto bersama dengan mantan Wakil Walikota Depok, Yuyun Wirasaputra perayaan Hari Santri Nasional 2019 di Balaikota Depok. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

 

Hari Santri Nasional (HSN) 2019 menjadi spesial bagi para santri setelah penetapan empat tahun silam oleh Presiden Joko Widodo. Pengakuan santri makin terlihat jelas karena perannya yang vital dalam wujudkan manusia berakhlak, berintegritas, dan cerdas.

 Laporan : Arnet Kelmanutu 

RADARDEPOK.COM – Ustadzah Lulu Susanti merupakan tokoh sekaligus santri jebolan Pondok Pesantren Daruttaqwa Cibinong, terlihat di kerumunan ratusan warga Depok saat merayakan Hari Santri Nasional (HSN) 2019 di Lingkungan Balaikota.

Saat dihampiri dan ditanya arti kata santri, sontak membuat Lulu cepat berpikir pada sosok yang saleh dan saleha. Karena santri merupakan kebanggaan umat muslim dan bangsa Indonesia.

“Santri itu harus cerdas, berintelek, dan cinta kepada umat serta Allah SWT,” ucap Lulus yang mengenakan gamis putih dibalut hijab tosca.

Sambil duduk di pelataran Masjid Balaikota, Lulu mengatakan di ponpes banyak ilmu yang bermanfaat baik untuk kehidupan di dunia maupun akhirat.

“Tinggal diri kita mampu menyerap dan menjalankan perintah Allah atau tidak, InshaAllah jebolan Ponpes semuanya baik, amin,” ucap pelatih Karate Inkai Depok ini.

Sambil mengakhiri perbincangan, ia berpesan agar para santri mampu mejalankan perintah agama yang mana santri harus menutup aurat dan menghilangkan maksiat.

“Biar ilmu yang dipelajari di ponpes dapat terserap dengan baik, tanpa ada penghalang dosa,” tandasnya sambil melangkah menuju rombongan rekan guru ponpes lainnya. (*)

 

Editor : Pebri Mulya