BERI KETERANGAN: Walikota Depok Mohammad Idris mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan keterangan, saat meninjau pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Cimanggis Depok, Selasa (15/10). FOTO : DISKOMINFO FOR RADAR DEPOK
BERI KETERANGAN : Walikota Depok Mohammad Idris mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan keterangan, saat meninjau pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Cimanggis Depok, Selasa (15/10). FOTO : DISKOMINFO FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali meninjau proses pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di kawasan Cimanggis, Depok, Selasa (15/10). Dalam kunjungannya tersebut, Jusuf Kalla (JK) mengajak sejumlah duta besar dari negara sahabat.

JK meninjau tiga titik di dalam kampus yang hingga kini pembangunannya masih terus berjalan. Tampak hadir duta besar negara sahabat dari Inggris, Australia, Jepang, Amerika Serikat, Oman, Qatar, Saudi Arabia dan Turki meninjau pembangunan perumahan dosen, asrama mahasiswa dan rehabilitasi bangunan MEP.

“Di lahan ini bakal dibangun 224 kamar non difabel, dan 16 kamar untuk difabel,” tutur JK.

Khusus untuk asrama mahasiswa dan perumahan dosen yang dibangun oleh PT Wijaya Karya dengan nilai proyek sekitar Rp154,3 miliar itu pembangunannya sudah mencapai 70 persen.

“Ini rencana kami, semua kamar ada dalam satu tower, dan ini masih dalam progres,” kata JK.

Kemudian JK mengajak para dubes meninjau proyek pembangunan lainnya. Yakni infrastruktur di dalam kampus. Di kampus UIII akan dibangun pagar sepanjang 3159,49 meter dan panjang trase jalan 2.360,33 meter. JK pun meninjau proyek pembangunan gedung rektorat, fakultas, dan kawasan tiga pilar Kampus UIII.

JK mengklaim banyak kemajuan yang bisa dilihatnya meskipun masalah lahan yang masih belum terselesaikan. Menurut JK, proyek pembangunan Kampus UIII ditargetkan selesai pada 2021. Diharapkan dapat menjadi acuan generasi penerus di Indonesia dalam mengenyam pendidikan Islam.

“Diharapkan agar tidak ada lagi yang keluar dari Indonesia untuk mendapatkan pendidikan Islam. Indonesia ini negara muslim terbesar, banyak yang belajar keluar negeri untuk mendapatkan ilmu Islam, dengan adanya UIII ini semuanya bisa dapat belajar Islam di Indonesia,” harapnya.

Walikota Depok Mohammad Idris menyatakan, pihaknya akan terus memberikan dukungan terhadap pembangunan proyek skala nasional tersebut. Baik dari segi tata ruang maupun kelancaran dalam pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB).

“Kami akan terus membantu karena ini dasarnya Peraturan Presiden. Pemkot Depok akan membantu baik perencanaan maupun kelancaran dalam pengurusan IMB,” ucap Idris.

Terpisah, dikejar target Kemenag RI baru selesaikan pembayaran 21 rumah, dari 36 rumah yang sudah dinyatakan lengkap persyaratannya. Pembayaran sudah dilakukan Senin (14/10). Setiap warga terima uang kerohiman melalui rekening yang sebelumnya telah diurus di Kelurahan Cisalak, Sukmajaya. PPK Pembebasan Lahan UIII, Encep Dimyati mengatakan, pihaknya sudah membayarkan uang kerohiman kepada warga.

Namun, belum semuanya dibayarkan, baru 21 kepala keluarga yang dibayar Kemenag. Sementara sisanya akan diverifikasi kembali oleh tim dari Bandung. “Kami bakal verifikasi sisanya, agar pembangunan bisa segera dilaksanakan,” kata Encep.

Sayangnya, Kemenag RI merahasiakan jumlah uang yang sudah disalurkan ke warga. Menurutnya, harga yang diterima setiap warga berbeda-beda, semua sesuai ketentuan yang telah ditetapkan berdasarkan luas tanah, dan material yang berada di atasnya.

“Tidak elok kalau disebutkan, setiap kepala keluarga terima berbeda, sesuai dengan perhitungan yang telah dilakukan,” kata Encep.

Sementara itu, pihaknya mengaku memberikan kesempatan selama tujuh hari untuk segera meninggalkan rumahnya. “Kami memberi batas waktu selama tujuh hari untuk warga segera pindah dari,” kata Encep.

Kuasa Hukum warga, Andi Tatang membenarkan bahwa warga telah menerima pembayaran tahap pertama. “Benar sudah dibayarkan, selanjutnya akan dilanjutkan verifikasi tahap kedua,” kata Andi. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya