MEDIASI : Warga RT3/5 Kelurahan Meruyung, Limo dengan perumahan Grand Meruyung dimediasi, Senin (22/10). FOTO : LULU/RADAR DEPOK
MEDIASI : Warga RT3/5 Kelurahan Meruyung, Limo dengan perumahan Grand Meruyung dimediasi, Senin (22/10). FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, MERUYUNG – Tak ingin masalah yang terjadi berlarut-larut terkait pembangunan perumahan Grand Meruyung. Kemarin, warga RT3/5, Kelurahan Meruyung, Limo dengan perwakilan PT Duta Persada selaku pengembang perumahan, dimediasi.

“Pada prinsipnya kami ingin semua kondusif. Artinya pelaksanaan pembangunan tidak terhambat, namun disisi lain warga sekitar jangan dirugikan akibat pembangunan itu,” singkat Camat Limo, Zaenudi kepada Radar Depok, Senin (22/10).

Dalam mediasi itu, perwakilan  warga RT3/5, Tuti meminta kepada pengembang perumahan untuk menjamin pembangunan perumahan, tidak memberi dampak merugikan warga terutama masalah potensi banjir.

“Kami ingin ada kejelasan soal penataan lingkungan sekitar areal perumahan, kami tidak menginginkan adanya banjir setelah perumahan dibangun nanti,” ujar Tuti.

Sementara, perwakilan Direksi PT Duta Persada, Indra Djaya menyatakan, siap memenuhi permintaan warga terkait antisipasi banjir. Pihaknya siap melebarkan bidang kali, membuat tanggul penampungan air diseputar buangan air dari lahan perumahan. “Kami juga akan melebarkan dan meninggikan jembatan agar air kali tidak meluber kepermukiman warga,” kata Indra Djaya.

Kedua belah pihak sepakat akan mencabut plang protes warga jika kesepakatan dalam musyawarah telah dituangkan, dalam surat perjanjian yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak.

Menanggapi hal ini, Lurah Meruyung, Lukman Zaelani meminta, kedua belah pihak dapat mentaati kesepakatan yang telah diputuskan dalam musyawarah, yang disaksikan unsur Muspika Kecamatan Limo.

“Semua pihak harus mentaati kesepakatan ini, agar tidak lagi ada polemik yang mencuat,” tutup lurah. (rd)

 

Jurnalis :  Lutviatul Fauziah (IG : @lutviatulfauziah)

Editor : Pebri Mulya