ANTUSIAS : Pengunjung saat antre untuk membeli tiket film di CGV, D Mall, Jalan Margonda Raya, Jumat (25/10). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
ANTUSIAS : Pengunjung saat antre untuk membeli tiket film di CGV, D Mall, Jalan Margonda Raya, Jumat (25/10). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK Momen ketika Susi Susanti (Laura Basuki) membuat rivalnya keok di pertandingan bulu tangkis tak bisa begitu saja dilewatkan. Namanya selalu menjadi bunga di lapangan. Mulai Sudirman Cup 1989 hingga Olimpiade Barcelona 1992.

Putri keturunan Tionghoa itu tumbuh dengan mimpinya menjadi pebulu tangkis andal. Keinginan untuk menaklukkan lapangan seolah tak terbendung setiap tangannya mengayunkan raket. Di awal, mimpi tersebut bertolak belakang dengan harapan sang ibu yang menginginkannya jadi balerina.

Syuting film berdurasi 1 jam 36 menit itu banyak mengambil lokasi syuting di Jakarta dan Tasikmalaya. Sutradara Sim F memainkan banyak long shoot.

Short shoot digunakan di beberapa scene. Misalnya, ketika Susi melakukan servis ke lawan dan saat mimik wajah sulung dari dua bersaudara itu mendapatkan angka dalam permainan. Efek dramatis saat scene Susi bertanding disajikan sangat baik. Yang menonton filmnya jadi ikut deg-degan.

Susi Susanti: Love All merupakan film perdana arahan Sim F. Sebelumnya, dia lebih sering menggarap video musik hingga iklan.

Di awal tayangnya, warga Depok cukup antusias dengan kehadiran film legenda bulu tangkis tersebut. Hal itu tampak pada antrean penonton yang memesan tiket bioskop di CGV D’Mall, di Jalan Raya Margonda, Jumat (25/10).

“Hari pertama dan kedua tayang, penonton selalu memenuhi jam pertama film legenda bulu tangkis Susi Susanti,” ungkap Marketing CGV D’Mall, Pricilla Theresia kepada Radar Depok.

Pricilla menyebutkan, munculnya film ini cukup mendapat perhatian para penonton, bukan hanya penikmat bulu tangkis saja, melainkan warga yang ingin tahu sepak terjang Susi Susanti.

“Kemungkinan di hari selanjutnya penonton akan bertambah lagi,” tuturnya.

Salah satu penonton yang ditemui, Annisa mengaku film Susi Susanti merupakan film Indonesia yang berkualitas, dan dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak bangsa.

“Filmnya sangat bagus untuk generasi bangsa Indonesia dan bisa menjadi contoh untuk kita. Karena apapun yang terjadi, sebagai generasi bangsa harus terus menunjukkan prestasi,” ungkap Anissa kepada Radar Depok.

Sekilas Susi Susanti

Pemilik nama lengkap Lucia Francisca Susy Susanti itu aktif bermain bulutangkus sejak usia 14 tahun. Berawal dari didikan  serta dorongan dari sang Ayah, Risad Haditono, yang bercita-cita ingin menjadi atlet bulutangkis.

Selanjutnya, kejuaraan demi kejuaraan ia ikuti, dan beragam trofi dikoleksi pada usia muda. Namun, tak ada yang lebih spesial dari capaian Medali Emas Olimpiade Barcelona 1992, di mana Susi Susanti telah mengukir sejarah untuk olahraga Indonesia.

Saat ini Susi Susanti sudah pensiun menjadi atlet, namun Susi mengabdikan dirinya untuk bulu tangkis Indonesia dengan menjadi Kepala Pembinaan dan Prestasi Persatuan Bulutangkis Indonesia (PBSI).  (rd)

 

Jurnalis : Ivanna

Editor : Pebri Mulya