PEDULI : Ketua DPD PKS Kota Depok, Moh. Hafid Nasir (Tengah) bersama Bendahara DPD PKS Kota Depok, Andriyana Wirasantana (kiri), dan Humas DPC PKS Beji, Wachid Solichin menunjukan hasil penggalangan bantuan, di Kantor DPD PKS Kota Depok, Selasa (1/10). FOTO : RICKY/RADARDEPOK
PEDULI : Ketua DPD PKS Kota Depok, Moh. Hafid Nasir (Tengah) bersama Bendahara DPD PKS Kota Depok, Andriyana Wirasantana (kiri), dan Humas DPC PKS Beji, Wachid Solichin menunjukan hasil penggalangan bantuan, di Kantor DPD PKS Kota Depok, Selasa (1/10). FOTO : RICKY/RADARDEPOK

 

“Alhamdulillah, DPD PKS Kota Depok berhasil menggalang dana untuk korban terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau dan Kalimantan. Ini adalah wujud konkrit dari kami, terkait dengan kepedulian terhadap sesama saudara di Indonesia,” ujar Ketua DPD PKS Kota Depok, Moh. Hafid Nasir.

Laporan : Ricky Juliansyah

 

RADARDEPOK.COM, – PKS Depok memiliki sebuah program yang dinamakan Pusat Khidmat PKS, yakni upaya dari struktur, perwakilan, kader, dan Simpatisan untuk bisa memberikan khidmatnya kepada masyarakat di Kota Depok.

Demikian Ketua DPD PKS Kota Depok, Moh. Hafid Nasir mengawali pembicaraan dengan awak Radar Depok yang bertandang ke Kantor DPD PKS Kota Depok, Jalan Raya Margonda, Gang Beringin, Kelurahan Kemirimuka, Beji, Selasa (1/10).

“Kami hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat, melalui beberapa sub program dari Pusat Khidmat PKS, seperti penyediaan ambulans, fogging, rumah cerdas, rumah sehat dan lainnya,” kata Aleg DPRD Kota Depok ini.

Salah satu program Pusat Khidmat PKS ada yang dinamakan Rumah Peduli, yaitu bagaimana memberikan kepedulian kepada warga dan masyarakat yang ada di Indonesia. Hal tersebut dibuktikan dengan beberapa kali penggalangan dana, seperti bencana gempa bumi di Lombok, Palu dan Donggala. Bahkan, PKS Depok mengirimkan relawan beserta logistik untuk membantu korban terdampak gempa saat itu.

Kali ini, PKS Depok kembali menunjukan komitmennya untuk Berkhidmat untuk Rakyat, ketika bencana kabut asap menyerang warga Riau dan Kalimantan akibat bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Selama 13 hari, dari 18-30 September 2019, DPD PKS Kota Depok berhasil menggalang dana dari kader dan simpatisan partai berlambang bulan sabit kembar sebesar Rp78.118.176 untuk Karhutla Riau dan Kalimantan.

Hafid menurutkan, hasil koordinasi dengan pengurus PKS di Riau dan Kalimantan, kebutuhan logistik di sana sudah tercukupi dan infrastruktur pun tidak mengalami kerusakan. Namun, bencana asap tersebut membuat kondisi kesehatan warga terganggu.

“Dari hasil koordinasi tersebut, kami hanya mengirimkan dana yang terkumpul. Insya Allah hari ini langsung di kirim kepada perwakilan di Riau dan Kalimantan,” kata Hafid yang juga Bakal Calon Walikota atau Wakil Walikota untuk Pilkada Depok dari PKS.

Hal ini merupakan bentuk kepedulian PKS, sebagai warga negara, terhadap korban asap di Riau dan Kalimantan. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader dan simpatisan PKS yang telah mendermakan rejekinya untuk membantu korban terdampak Karhutla di Riau dan Kalimantan.

“Terima kasih telah memberikan kepercayaan kepada PKS untuk menggalang dan menyalurkan bantuan. Semoga mereka yang telah memberikan sumbangsihnya diganjar pahala oleh Allah SWT dan saudara-saudara kita di sana dapat segera bebas dari bencana asap tersebut,” ucap Hafid.

Sementara, Bendum DPD PKS Kota Depok, Andriyana Wirasantana menambahkan, sejak menyimak dari pemberitaan terkait bencana tersebut, begitu menderitanya saudara-saudara sebangsa setanah air di Riau dan Kalimantan akibat Karhutla.

“Dengan kehadiran PKS, masyarakat di sana sangat berterima kasih dan terbantu,” kata Andriyana.

Di Depok tergerak untuk menggalang dana, walaupun sebatas kader dan simpatisan di internal PKS dan sifatnya hanya himbauan tanpa mematok besaran sumbangan yang diberikan, per 30 September kemarin sebanyak 145 donatur.

“Jika dirata-rata per hari bisa Rp6 juta sampai Rp7 juta. Kami terus berkoordinasi dengan DPW PKS di Riau dan Kalimantan, saya juga dari Tim Kepanduan PKS yang kerap menurunkan relawan, kami terus memantau perkembangan di sana,” paparnya.

Bahkan, PKS Depok sendiri berencana menurunkan tim dan logistik ke lokasi terdampat bencana Karhutla. Namun, setelah berkoordinasi dan menginventarisir logistik yang akan dikirim, ternyata di sana lebih membutuhkan dana untuk membeli oksigen, masker dan kebutuhan di posko-posko.

“Untuk pengadaan logistik sendiri, relatif dapat dilakukan oleh mereka. Karena, kondisi di sana bukan seperti bencana di Lombok atau Palu yang kesulitan transportasi dan kerusakan infrastruktur. Bangunan, secara fisik tidak masalah, hanya saja udara di sana yang pekat dengan asap,” ucapnya.

Kendati, sudah ditutup dan dikabarkan sejak Jumat bahwa penggalangan dana akan ditutup Senin (30/9). namun, hingga Selasa (1/10) masih ada donatur yang mendermakan rejekinya melalui rekening yang sudah ditentukan dan kode belakang 08.

“Memang kader masih ada yang mengirim. Sampai hari ini, sudah ada lima notifikasi yang masuk. Semoga, apa yang kami lakukan dapat membantu dan bermanfaat untuk saudara-saudara kita di sana. Dan, kedepannya, kami dapat berkiprah lagi untuk agenda yang lain,” tukasnya. (rd)

 

Editor : Pebri Mulya