BERPRESTASI: Personel PR 328 berfoto usai meraih medali dalam Kejuaraan Internasional/Nasional panjat tebing Wirabraja Open Siloo 10. 000 di Sawahlunto, Sumbar yang diselenggarakan 6-9 Oktober 2019. FOTO : YONINF 328 FOR RADAR DEPOK
BERPRESTASI : Personel PR 328 berfoto usai meraih medali dalam Kejuaraan Internasional/Nasional panjat tebing Wirabraja Open Siloo 10. 000 di Sawahlunto, Sumbar yang diselenggarakan 6-9 Oktober 2019. FOTO : YONINF 328 FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Atlet Climber Batalyon Infanteri Para Raider 328/Dirgahayu (Yonif PR 328), kembali mengukir prestasi pada kejuaraan Internasional/Nasional panjat tebing Wirabraja Open Siloo 10. 000, yang dilaksanakan pada  tanggal 6-9 Oktober 2019 di Sawahlunto Sumatera Barat (Sumbar) .

Hal tersebut disampaikan Komandan Yonif (Danyon) PR 328, Letnan Kolonel Inf Erwin Iswari, saat dijumpai Radar Depok di ruang kerjanya, Senin (14/10).

Ia menuturkan, pada nomor Speed Classic Siloo 10000 (45 meter) TNI/Polri, Kopda Tri Mulyadi, anggota Yonif Para Raider 328/Dgh meraih peringkat pertama. Sementara, pada nomor Speed Classis TNI/Polri, anggota Yonif Para Raider 328 kembali berhasil menaiki podium 1 dan 2.

“Masing-masing Kopda Tri Mulyadi sebagai Juara 1 dan Pratu Anton Rimardo sebagai Juara 2,” tutur Letnan Kolonel Inf Erwin Iswari.

Atas capaian tersebut, Danyon yang baru selesai melaksanakan tugas menjaga pengamanan perbatasan Republik Indonesia – Papua New Guinea (PNG) bersama anggotanya selama setahun penuh ini mengaku bangga kepada para atlet yang telah berprestasi dan mengharumkan nama satuan Yonif PR 328.

“Tentu atas prestasi tersebut, saya bangga dengan perwakilan personel Yonif Para Rider 328,” tegas Danyon.

Ia berharap, kesatuannya dapat kembali menorehkan prestasi gemilang dalam even lain dan tetap membawa serta menjaga nama baik kesatuan di manapun.

“Satuan kita telah berhasil menorehkan prestasi pada kujuaraan ini, saya mengharapkan prestasi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan kembali pada event-event berikutnya,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya