anjal diciduk satpol pp kota depok
DIDATA : Petugas Satpol PP Kota Depok saat mendata anak jalanan usai dirazia di Balaikota Depok, Jumat (29/11). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
anjal diciduk satpol pp kota depok
DIDATA : Petugas Satpol PP Kota Depok saat mendata anak jalanan usai dirazia di Balaikota Depok, Jumat (29/11). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Aktifitas anak jalanan masih marak di Kota Depok. Persimpangan selalu menjadi primadona bagi mereka, untuk sekedar menyambung hidup. Kemarin, 16 anak jalan (Anjal) digiring Korps Penegak Perda lantaran mencari nafkah di tempat yang salah. Kawasan yang paling sering ditempati antara lain, Jalan Ramanda, Jalan Juanda, dan simpangan Depok.

Kepala Bidang Ketentraman Masyarakat dan Ketertiban Umum Satpol PP Depok, Muhammad Fahmi mengatakan, dalam operasi yang dilakukan, Jumat (29/11) sore. Berhasil menjaring 16 anak jalanan yang kedapatan sedang mengamen. “Kami berhasil mengamankan 16 orang anak Jalanan,” kata Fahmi.

Menurutnya, ke 16 anak tersebut telah diamankan di Kantor Satpol PP kota Depok, untuk kemudian di data. “Mudah-mudahan ini kunjungan terakhir mereka ke kantor Satpol PP,” tegas Fahmi kepada Radar Depok, Jumat (29/11).

Dia meminta kepada anjal yang terjaring, agar tidak lagi berkeliaran di tempat yang dilarang. Karena dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan. “Mereka mengamen di lampu merah, dan angkot. Jelas ini dilarang dan melanggar perda,” tuturnya.

Prilaku buruk tersebut yang dilakukan anak jalanan sangat mengganggu. Belum lagi penampilan anak jalanan kerap membuat risih warga. “Ada beberapa anak punk mengganggu, ketentraman di jalan Raya,” ujarnya.

Salah satu anjal, SR mengaku, turun kejalan untuk membantu keluarganya yang kekurangan. Dia tidak tahu kalau mengamen di jalan tersebut melanggar. “Saya hanya mau keluarga, kenapa tidak boleh,” singkatnya. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya