Beranda Pendidikan 47 Karya Ilmiah Siswa SMA Lazuardi Disidangkan

47 Karya Ilmiah Siswa SMA Lazuardi Disidangkan

0
47 Karya Ilmiah Siswa SMA Lazuardi Disidangkan
SIDANG : Muhammad Helmi Sandita siswa kelas XI SMA Lazuardi yang termasuk kategori special need sedang mempresentasikan karya ilmiahnya, Rabu (06/11). FOTO : PEBRI/RADAR  DEPOK
SIDANG : Muhammad Helmi Sandita siswa kelas XI SMA Lazuardi yang termasuk kategori special need sedang mempresentasikan karya ilmiahnya, Rabu (06/11). FOTO : PEBRI/RADAR  DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, PANCORANMAS – Sebanyak 47 karya ilmiah dari siswa SMA Lazuardi disidangkan di depan dua orang guru penguji dan satu guru pembimbing. Sidang Karya Ilmiah tersebut, adalah program rutin yang diadakan SMA yang berlokasi di Jalan Raya Sawangan, Kecamatan Pancoranmas tersebut untuk siswa-siswa kelas XI di semester pertama.

Guru Mata Pelajaran Karya Ilmiah, Dwi Asmarawati mengatakan, setiap siswa ditugaskan untuk membuat satu karya ilmiah, dan mereka diberikan kebebasan untuk menentukan tema karya ilmiah yang mereka pilih. Tentunya, tema karya ilmiah tersebut disesuaikan dengan jurusannya apakah IPA atau IPS.

Mereka diberikan kesempatan dari Bulan Juli 2019 sampai akhir Oktober 2019 untuk menyelesaikannya. Tentunya mereka dalam menyusun laporan dan menguji penelitiannya didampingi oleh guru.

“Setelah itu, mereka mengikuti Sidang Karya Ilmiah yakni mempresentasikannya dan menunjukan hasil dari karyanya,” ucapnya kepada Radar Depok, Rabu (06/11).

Dwi menuturkan, ada beberapa Karya Ilmiah yang inovatif dan mengedukasi, seperti yang dilakukan Nurul Iza Mutmaina. Dalam karya ilmiahnya, Nurul melakukan studi sikap dan pemahaman siswa reguler terhadap siswa yang termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SMP Negeri. Tidak hanya melakukan penelitian, tetapi Nurul juga memberikan edukasi ke siswa SMP Negeri tersebut, tentang bagaimana bersikap dan menangani siswa ABK.

“Ada beberapa karya ilmiah yang inovatif dari karya siswa. Ini melatih siswa untuk melakukan penelitian dan menciptakan suatu karya,” terangnya.

Sementara itu, salah satu siswa yang menjadi peserta Sidang Karya Ilmiah, Muhammad Hafizh Arrauf Nurdin menjelaskan, karya ilmiah yang dibuatnya adalah pomade dengan menggunakan bahan dasar campuran minyak jelantah yang berasal dari minyak kelapa. Ide awalnya membuat pomade karena, dirinya kerap mengunakan pomade sehari-harinya. Oleh karena itu, dirinya ingin membuat pomade sendiri, dengan bahan dasar yang mudah didapati dan yang sudah tidak digunakan.

“Saya mencampur minyak jelantah dengan cangkang telur yang sudah dibersihkan, dihaluskan, dan dipanaskan dalam oven bersuhu 100 derajat selama tiga jam. Setelah itu, cangkang telur yang halus tersebut disatukan di minyak jelantah dan diaduk lalu didiamkan selama 24 jam, agar kotorannya megendap di dasar wadah. Baru minyak jelantah tersebut digunakan jadi bahan dasar pembuatan pomade,” jelasnya. (rd)

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya