Beranda Politika Babai Dorong Pemkot Komunikasi ke Kemenpar

Babai Dorong Pemkot Komunikasi ke Kemenpar

0
Babai Dorong Pemkot Komunikasi ke Kemenpar
Babai Suhaimi
Anggota DPRD Kota Depok, Babai Suhaimi

 

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK Depok memiliki sejumlah situ yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata air menjanjikan. Bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) untuk kesejahteraan warga Kota Sejuta Maulid.

Sehingga, Pemkot Depok harus melakukan komunikasi pemerintah pusat untuk melakukan intervensi APBN maupun APBD Provinsi Jawa Barat guna membangun fasilitas, menata, dan mempromosikan destinasi wisata air  yang ada.

“Komunikasi menjadi kata kunci untuk keberhasilan Pemkot Depok dalam mengembangkan potensi wisata, khususnya wisata situ. Karena, Depok adalah salah satu kota yang memiliki banyak situ,” kata Anggota DPRD Kota Depok, Babai Suhaimi kepada Radar Depok, Rabu (6/11).

Politikus PKB ini menambahkan, dengan ditetapkannya program peningkatan destinasi wisata di Indonesia oleh Presiden Joko Widodo, menjadi peluang besar bagi setiap daerah untuk berpacu bekerjasama dengan Kementerian pariwisata dalam mengembangkan destinasi wisata wilayahnya, termasuk Kota Depok.

“Depok saat ini mengandalkan PAD dari retribusi dan perizinan, karena tidak memiliki sumber daya alam yang dapat dikelola. Jadi harus berinovasi memanfaatkan potensi yang ada. Menurut saya, situ-situ yang ada di Depok sangat potensial untuk dikembangkan dalam meningkatkan PAD,” papar Babai.

Namun, sambung Anggota Komisi C DPRD Kota Depok ini, persoalannya adalah sudah sejauh mana komunikasi yang dibangun Pemkot Depok dengan Kementerian Pariwisata. Padahal, hal ini penting untuk segera dilakukan Pemkot Depok. Sehingga, Kementerian Pariwisata dapat melakukan intervensi program kegiatan dalan pengembangan potensi wisata kota Depok.

“Promosi akan adanya potensi wisata, khususnya situ, yang begitu banyak di Kota Depok menjadi hal penting untuk dilakukan,” tegasnya.

Berdasarkan kacamata Babai, salah satu kelemahan Kota Depok adalah komunikasi dan promosi wisata di Kota Depok dengan Kementerian Pariwisata yang masih kurang. Sehingga, tidak mengangkat potensi yang dimiliki di Kota Sejuta Maulid. “Menurut saya komunikasinya tidak sungguh-sungguh bahkan nyaris belum pernah dilakukan. Jadi, alangkah baiknya jika Pemkot Depok coba melakukan lobi-lobi dan komunikasi yang serius serta baik,” terangnya.

Dengan begitu, Babai menambahkan, banyak dampak positif yang akan didapat, baik untuk nama Depok di mata daerah lain, peningkatan PAD dan juga perputaran ekonomi di sekitar destinasi wisata dapat berkembang cepat.

“Kan dengan adanya destinasi wisata, warga bisa menjadi pelaku usaha, seperti menjual minuman, atau bahkan menjual buah khas Depok, petani belimbing nantinya tidak akan kesulitan memasarkan produk mereka, karena terserap di wilayah Depok sendiri, efeknya domino, dan ini positif tentunya,” tutup Babai. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya