Beranda internasional Beberapa Pantai Cantik Ini Terancam Hilang!

Beberapa Pantai Cantik Ini Terancam Hilang!

0
Beberapa Pantai Cantik Ini Terancam Hilang!

 

JAKARTA – Beberapa pantai cantik di berbagai belahan dunia terancam hilang, karena adanya perubahan iklim yang ekstrem dan bangunan yang menjulang di sekitaran pantai tersebut.

Gelombang besar di lautan dan juga bangunan tinggi di pantai membuat pergerakan air laut terbatas. Sehingga, laut yang selalu bergerak akan mencari cara agar selalu seimbang.

“Ketika kamu memblokir pergerakan pasir (saat pasang surut atau gelombang) pasir mungkin bergerak ke area yang lebih dalam yaitu lepas pantai. Bukannya mengisi pantai, pasir malah kembali ke lautan dalam,” kata profesor Universitas California, Berkeley, Kristina Hill seperti dirangkum dari berbagai sumber.

Ditambah lagi dengan kenaikan permukaan air laut dan badai yang lebih intens karena krisis iklim, eksistensi beberapa pantai terbaik di dunia pun terancam.

“Ketika permukaan laut naik, pantai itu ingin berada di suatu tempat di yang lebih jauh. Kami berekspektasi hal itu akan mengambil pantai lebih cepat dari saat ini,” kata Direktur Emeritus Program Studi Garis Pantai, Orrin Pilkey.

“Tak seorang pun bisa selamat dari kenaikan permukaan laut,” katanya. (rd/net)

 

Inilah pantai terkenal yang terancam oleh kenaikan permukaan air laut.

1. Pantai Waikiki, Hawaii

 

 

Dikelilingi bangunan-bangunan tinggi dan kawah Diamond Head, Pantai Waikiki menjadi pantai terpopuler di Hawaii. Sayangnya, menurut laporan dari Komisi Iklim Hawaii pada 2017, pantai ini berisiko tenggelam diterjang gelombang pada 15-20 tahun mendatang.

Hilangnya Waikiki tidak hanya akan menghancurkan wisata di sana tetapi juga berdampak pada perekonomian Hawaii karena mereka akan kehilangan pengunjung yang mendatangkan pendapatan US$ 2 miliar atau sebesar Rp2,8 triliun.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, Hawaii melakukan aksi dengan menggunakan 100 persen energi terbarukan pada 2045. Akan tetapi para ilmuwan kenaikan permukaan laut dan efek rumah kaca tetap membuat nasib Wakiki tidak pasti.

 

2. South Beach, Florida

 

 

Dijuluki kenari di poros tambang oleh walikotanya sebagai dampak dari kenaikan permukaan laut, South Beach dan semua real estate mewah Pantai Miami terletak hanya beberapa meter di atas permukaan laut.

Kota ini mengambil tindakan untuk menjaga daerah yang paling rentan kering dengan membangun dinding laut, memasang pompa dan meninggikan jalan. Namun badai dan naiknya permukaan laut telah mengikis South Beach.

Setelah badai terakhir, kota ini berusaha mengisi kembali pasir yang hilang dengan menggantinya dari pasir lepas pantai. Akan tetapi tak mudah menemukan pasir yang sesuai ketika permukaan air laut naik. Belum lagi saat ini cadangan lepas Pantai Miami telah menipis. Pejabat setempat harus membeli pasir dari Bahama dan tempat lainnya agar pantai mereka tetap hidup.

 

3. Pantai Copacabana, Rio de Janeiro

 

 

Pantai ini merupakan salah satu pantai ikonik di Brazil. Copacabana kedatangan 2 juta orang setiap perayaan Tahun Baru, ditambah jutaan lainnya sepanjang tahun.

Akan tetapi, Copacabana dan beberapa pantai lainnya di Rio terancam terkena dampak dari naiknya permukaan air laut. Ancaman ini sangat jelas terjadi dalam beberapa tahun terakhir, karena serangkaian gelombang badai ekstrim yang telah mengikis bentangan pantai kota dan mengirim pasir ke jalan-jalan di sekitarnya.

 

4. Surfers Paradise, Australia

 

 

Lebih dari 90 persen populasi Australia hidup dalam jarak 100 kilometer dari pantai, sehingga pantai merupakan bagian integral dari kehidupan masyarakat Australia termasuk ekonomi negara itu.

Tetapi banyak dari pantai negara itu terancam oleh dampak gabungan dari kenaikan permukaan laut dan pengembangan pesisir yang intensif.

Surfers Paradise yang terletak di Gold Coast bisa dibilang sebagai pantai paling terkenal di negara itu. Pantai itu juga termasuk yang paling rentan karena gedung-gedung tinggi yang berpotensi merusak ekosistem pantai.

Seperti pantai kebanyakan, Surfers Paradise memerangi erosi dengan beach nourishment yaitu menambang pasir di lepas-pantai dan ditempatkan di pantai untuk mengganti pasir yang tererosi. Akan tetapi karena naiknya permukaan air laut, mengganti pasir yang hilang akan lebih mahal. Analisis pada 2012 menemukan selama abad selanjutnya, biaya beach nourishment mencapai US$ 54 juta atau sekitar Rp 7 miliar per tahun.

 

Editor : Pebri Mulya